
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak untuk mendukung operasi udara terhadap Iran di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh harian Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ), yang menyebut pangkalan itu dibangun dengan sepengetahuan pemerintah AS sebelum perang antara Israel dan Iran pecah pada akhir Februari 2026.
Menurut sumber yang dikutip WSJ, fasilitas tersebut digunakan sebagai pusat logistik bagi Angkatan Udara Israel sekaligus tempat penempatan pasukan khusus.
Pasukan elite itu disebut telah dilatih untuk menjalankan operasi komando di wilayah musuh.
Media Israel, Haaretz, melaporkan bahwa pada awal Maret lalu seorang penggembala di wilayah gurun Irak melihat aktivitas militer mencurigakan di kawasan tersebut.
Laporan itu kemudian mendorong militer Irak mengirim pasukan untuk menyelidiki keberadaan aktivitas asing di area gurun.
Namun, penyelidikan tersebut dilaporkan berujung serangan udara yang diduga dilakukan Israel. Serangan itu disebut menewaskan seorang tentara Irak.
Pemerintah Irak kemudian mengajukan protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menuding adanya keterlibatan AS dalam operasi tersebut karena diduga melibatkan pasukan asing.
“Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan,” kata Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al Muhammadawai.
Irak juga dikabarkan mengerahkan dua unit tambahan dari Dinas Kontra Terorisme untuk melakukan pencarian dan mengumpulkan bukti terkait dugaan keberadaan militer asing di wilayah itu.
“Tampaknya ada kekuatan tertentu di darat sebelum serangan, didukung dari udara, yang beroperasi di luar kemampuan unit kami,” ujar Muhammadawai.
Sementara itu, Kepala Riset perusahaan penasihat strategis Horizon Engage, Michael Knights, menilai gurun barat Irak memang cocok digunakan sebagai lokasi operasi militer rahasia karena wilayahnya luas dan minim penduduk.
Ia menyebut Pasukan Khusus AS pernah memanfaatkan kawasan tersebut dalam operasi melawan Saddam Hussein pada 1991 dan 2003.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah gurun Irak diketahui kerap menjadi lokasi aktivitas berbagai kelompok bersenjata, mulai dari ISIS hingga tim operasi khusus internasional.
Sumber : CNN Indonesia