
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Tim nasional sepak bola Brasil mencatat sejarah besar di ajang Piala Dunia FIFA 1970 setelah menundukkan Tim nasional sepak bola Italia dengan skor 4-1 pada laga final di Stadion Azteca, Mexico City. Kemenangan tersebut memastikan Brasil menjadi negara pertama yang tiga kali menjuarai Piala Dunia sekaligus berhak memiliki trofi Jules Rimet secara permanen.
Turnamen edisi 1970 menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sejarah sepak bola dunia. Selain menjadi Piala Dunia pertama yang disiarkan secara berwarna di televisi, kompetisi di Meksiko juga menghadirkan permainan menyerang khas Brasil yang dipimpin Pelé.
Di bawah arahan pelatih Mario Zagallo, Brasil tampil impresif sejak fase grup. Selecao diperkuat sederet pemain bintang seperti Jairzinho, Rivelino, Gerson, Tostão, hingga Carlos Alberto Torres.
Brasil melewati laga-laga penting dengan dominan, termasuk kemenangan atas Tim nasional sepak bola Inggris di fase grup. Pertandingan itu dikenang berkat gol Jairzinho dan penyelamatan spektakuler kiper Inggris Gordon Banks dari sundulan Pelé.
Pada semifinal, Brasil sempat tertinggal lebih dulu saat menghadapi Tim nasional sepak bola Uruguay. Namun, Selecao bangkit dan memastikan kemenangan melalui gol Jairzinho dan Rivelino untuk melaju ke partai final.
Di laga puncak, Pelé membuka keunggulan Brasil lewat sundulan pada menit ke-18. Italia sempat menyamakan kedudukan melalui Roberto Boninsegna sebelum Brasil tampil dominan pada babak kedua.
Gol dari Gerson, Jairzinho, dan Carlos Alberto memastikan kemenangan telak Brasil 4-1 atas Gli Azzurri. Gol terakhir Carlos Alberto, yang tercipta lewat rangkaian umpan cepat pemain Brasil, hingga kini dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Keberhasilan itu membuat Brasil resmi menyimpan trofi Jules Rimet untuk selamanya sesuai regulasi FIFA saat itu, yakni negara yang mampu menjadi juara dunia tiga kali berhak memiliki trofi tersebut secara permanen.
Trofi Jules Rimet kemudian dibawa ke Rio de Janeiro dan disimpan di markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Namun, trofi bersejarah itu dicuri pada 1983 dan tidak pernah ditemukan kembali. Trofi tersebut diduga telah dilebur oleh pelaku pencurian.
Sumber : CNN Indonesia