Rogoh Kocek Rp936 Miliar, Haji Isam Borong 21 Persen Saham Tambang Nikel PACK

Pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, resmi masuk ke bisnis tambang nikel dengan mengakuisisi saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, resmi masuk ke bisnis tambang nikel dengan mengakuisisi saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

Langkah tersebut dilakukan di tengah prospek industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang dinilai semakin cerah, seiring komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Isam membeli sebanyak 6,83 miliar lembar saham PACK atau setara 21,12 persen hak suara perusahaan.

Transaksi dilakukan dengan harga Rp137 per saham. Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan dalam aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar.

PACK merupakan emiten yang bergerak di sektor perdagangan nikel, salah satu komoditas utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Masuknya Haji Isam sebagai pemegang saham baru disebut langsung memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham PACK di pasar.

Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham PACK tercatat melonjak 9,86 persen ke level Rp312 per saham. Penguatan tersebut terjadi di tengah tekanan yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Mei 2026.

Selain kenaikan harga saham, aktivitas perdagangan PACK juga terpantau ramai. Volume transaksi saham mencapai 645,12 juta lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp196,78 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 18.811 kali.

Tren kendaraan listrik yang terus meningkat secara global maupun regional dinilai turut mendorong minat pelaku usaha terhadap industri nikel. Bahan tambang tersebut menjadi komponen penting dalam produksi baterai EV yang kini semakin banyak digunakan pada mobil dan motor listrik.

Sumber: Inilah.com

Lebih baru Lebih lama