Tak Pandang Bulu ke Sekutu, Iran Sita Kapal China di Selat Hormuz

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Iran menyita sebuah kapal keamanan milik perusahaan asal China di dekat Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping pada Kamis (14/5/2026).

Laporan The Wall Street Journal menyebut kapal bernama Hui Chuan milik Sinoguards Marine Security disita otoritas Iran saat berada di perairan dekat Selat Hormuz. Kapal itu diketahui berlayar menggunakan bendera Honduras.

Penyitaan tersebut menjadi kasus pertama kapal keamanan swasta yang ditahan Iran sejak konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat pecah pada Februari lalu.

Sejumlah pengamat menilai langkah Iran menunjukkan ketegasan Teheran dalam mengontrol keamanan di Selat Hormuz, termasuk terhadap kapal yang terkait dengan negara sekutunya seperti China.

Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara lembaga think tank Chatham House, Sanam Vakil, mengatakan tindakan Iran merupakan pesan bahwa kendali keamanan di Selat Hormuz berada di tangan Teheran.

“Ini adalah cara untuk mengingatkan China siapa yang mengendalikan Selat Hormuz,” ujar Vakil seperti dikutip WSJ.

Kapal Hui Chuan dilaporkan berada sekitar 38 mil laut di timur laut Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), saat disita. Menurut pihak Sinoguards, otoritas Iran meminta dokumen kapal dan melakukan inspeksi terhadap kapal tersebut.

Sinoguards merupakan perusahaan keamanan maritim yang menyediakan pengawalan bersenjata bagi kapal-kapal dagang di sejumlah jalur pelayaran Asia dan Afrika. Perusahaan itu didirikan pada 2013 oleh Mario Yun Zhou, seorang ahli hukum pelayaran asal China.

Dalam keterangannya, Sinoguards menegaskan bahwa operasional perusahaan dilakukan sesuai aturan internasional dan izin negara bendera kapal.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China enggan memberikan komentar rinci terkait insiden tersebut. Beijing hanya menyatakan tidak ada warga negara China yang berada di atas kapal saat penyitaan terjadi.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan bahwa sejumlah kapal China tetap diizinkan melintas di Selat Hormuz sehari sebelum penyitaan berlangsung. Iran menyebut izin diberikan setelah adanya kesepakatan mengenai protokol pengelolaan jalur pelayaran tersebut.

Insiden ini terjadi ketika Washington berupaya menekan Iran agar menerima kesepakatan damai terkait keamanan Selat Hormuz. Gedung Putih menyatakan Donald Trump dan Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur pelayaran bebas tanpa pungutan biaya bagi kapal yang melintas.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama