
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak syarat perdamaian yang diajukan Iran terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Trump menyatakan bahwa tanggapan Iran terhadap proposal damai terbaru dari Amerika Serikat tidak dapat diterima.
“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima!” tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin (11/5/2026).
Meski demikian, Trump tidak mengungkapkan secara rinci isi tanggapan yang disampaikan Teheran.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa respons Iran terhadap proposal AS berfokus pada penghentian konflik di berbagai kawasan, terutama di Lebanon.
Sementara itu, laporan Wall Street Journal menyebut Iran kemungkinan mengusulkan agar sebagian uranium yang diperkaya tinggi diencerkan, sedangkan sisanya dipindahkan ke negara ketiga.
Dalam proposal yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan apabila negosiasi gagal atau jika AS kembali keluar dari perjanjian.
Di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat.
“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” ujar Pezeshkian melalui platform X.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan konflik belum akan berakhir sampai program nuklir Iran benar-benar dihentikan.
“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara.
Netanyahu juga mengklaim Trump memiliki pandangan yang sama terkait perlunya pemindahan uranium Iran sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Sumber : CNN Indonesia