AIIB Bakal Buka Kantor Cabang di Indonesia, Siapkan Pembiayaan Rp303 Triliun

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berencana membuka kantor cabang di Indonesia. Pemerintah bahkan siap menyediakan aset milik Kementerian Keuangan berupa tanah dan bangunan untuk mendukung rencana tersebut.

Rencana pembukaan kantor AIIB di Indonesia muncul setelah lembaga keuangan internasional itu menyatakan komitmen pembiayaan sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp303,14 triliun untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita janji akan menyediakan tanah dan bangunan untuk mereka pakai,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan memiliki sejumlah aset yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kantor AIIB. Kehadiran kantor tersebut diharapkan dapat menjadikan Jakarta sebagai pusat layanan AIIB untuk kawasan ASEAN.

“Saya juga punya aset-aset yang tidak terpakai. Tidak apa-apa biar mereka punya kantor cabang di sini, sehingga ASEAN dilayani dari Jakarta,” katanya.

Purbaya menargetkan kantor cabang AIIB di Indonesia dapat mulai beroperasi pada Juni tahun depan.

Selain rencana pembukaan kantor, Purbaya menyebut komitmen pendanaan US$17 miliar dari AIIB dapat dimanfaatkan untuk berbagai proyek produktif hingga 2029. Ia menegaskan dana tersebut bukan sekadar pinjaman, melainkan skema pembiayaan proyek dengan biaya yang lebih kompetitif.

“Ini proyek financing. Mereka seperti investasi ke sini untuk proyek produktif, bunganya lebih rendah daripada investor biasa, dan asetnya tetap menjadi milik kita,” jelasnya.

Pendanaan AIIB tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga proyek lain yang dinilai memberikan manfaat ekonomi. Pemerintah telah mulai memetakan sejumlah proyek potensial yang dapat memperoleh pembiayaan tersebut.

“Sudah ada beberapa proyek yang kita identifikasi, termasuk jalan tol di Sumatera. Nanti kita cari proyek mana yang membutuhkan pembiayaan,” ujar Purbaya.

Komitmen pembiayaan itu diperoleh setelah Purbaya melakukan kunjungan ke China dan bertemu dengan jajaran pimpinan AIIB di Beijing. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama pembahasan kerja sama pembangunan Indonesia dengan AIIB.

Pendanaan sebesar US$17 miliar itu merupakan bagian dari rencana pembiayaan multi-tahun (multi-year rolling pipeline) yang disiapkan AIIB untuk proyek-proyek pembangunan Indonesia periode 2025–2029.

Sumber : CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama