Desy Oktavia Sari: Penguatan Nilai Agama Penting untuk Menjaga Semangat Pancasila

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin, Sabtu (30/5/2026). Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, RANTAU — Penguatan nilai-nilai agama dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga implementasi Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang berkembang saat ini. 

Pemahaman keagamaan yang baik diyakini dapat menjadi fondasi bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang diikuti pengurus yayasan, pengelola pondok pesantren, dan para santri itu menjadi ruang dialog mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Desy, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada dasarnya memiliki keselarasan dengan ajaran agama. Prinsip-prinsip seperti keimanan, keadilan, persaudaraan, musyawarah, dan kepedulian sosial merupakan nilai yang juga diajarkan dalam kehidupan beragama.

“Kalau kita perhatikan, nilai-nilai Pancasila itu sangat dekat dengan apa yang diajarkan agama. Karena itu, menjaga dan mengamalkan ajaran agama dengan baik juga menjadi bagian dari menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Desy menilai tantangan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi, budaya, maupun gaya hidup dari berbagai belahan dunia.

Di satu sisi, kondisi tersebut memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai pengaruh yang masuk agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.

Menurut dia, pemahaman agama yang kuat dapat menjadi pijakan moral dalam menghadapi perubahan tersebut. Melalui nilai-nilai agama, masyarakat diharapkan mampu menjaga sikap toleransi, menghormati perbedaan, serta mengedepankan kepentingan bersama.

“Ketika nilai agama dipahami secara utuh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat akan lebih mampu menjaga sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis,” katanya.

Desy juga menegaskan bahwa agama dan Pancasila bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Karena itu, ia berharap pondok pesantren, yayasan pendidikan, serta para santri dapat terus menjadi teladan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan secara bersamaan.

“Peran pesantren dan para santri sangat penting dalam menjaga karakter bangsa. Mereka tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, penguatan nilai agama dan Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang berkarakter, toleran, dan mampu menjaga keutuhan bangsa.

Editor : Hendry Rusadi

Lebih baru Lebih lama