
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut memuat sejumlah poin penting, mulai dari pembukaan aset Iran yang sebelumnya dibekukan, pelonggaran sanksi, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Kedua negara dikabarkan telah mencapai kesepakatan secara lisan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Meski demikian, proses finalisasi perjanjian masih menunggu tahap penandatanganan.
Berikut sejumlah poin utama dalam draf kesepakatan tersebut:
1. Pembukaan aset Iran dan pelonggaran sanksi
Dalam rancangan kesepakatan, AS disebut akan membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan. Washington juga berencana memberikan kelonggaran terkait sanksi ekspor minyak Iran.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat meningkatnya ketegangan di kawasan.
2. Pembahasan program nuklir Iran
Program nuklir Iran menjadi salah satu isu utama dalam perundingan. Kedua pihak disebut akan melakukan negosiasi lanjutan selama 60 hari.
AS menginginkan pembatasan besar terhadap program nuklir Iran, termasuk penghentian pengembangan tertentu. Sementara itu, Iran menyatakan ingin mempertahankan haknya terkait penggunaan energi nuklir dengan ketentuan tertentu.
3. Selat Hormuz kembali dibuka
Rancangan kesepakatan menyebut Iran akan membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS menghentikan tindakan blokade terhadap sejumlah jalur dan fasilitas Iran.
Setelah itu, pembicaraan terkait isu nuklir dan hubungan kedua negara akan kembali dilanjutkan.
Pakistan disebut memiliki peran sebagai mediator dalam proses negosiasi tersebut.
4. Penandatanganan perjanjian
Sumber dari pihak Barat menyebut penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan dalam waktu dekat. Jenewa, Swiss, disebut menjadi salah satu lokasi yang kemungkinan dipilih.
Pejabat AS mengatakan kedua pihak telah menyetujui rancangan awal perjanjian dan berharap kesepakatan resmi dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
Meski ada perkembangan diplomatik, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil. Sejumlah ketegangan militer masih terjadi di sekitar wilayah tersebut.
Rencana kesepakatan damai ini mendapat respons positif dari pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan seiring munculnya harapan konflik di kawasan Teluk dapat berakhir.
Namun, Israel menyatakan tidak menjadi bagian dari kesepakatan tersebut dan tetap mempertahankan kebijakan keamanan mereka terhadap ancaman yang dianggap membahayakan negaranya.
Sumber : CNN Indonesia