Kyiv Kembali Digempur Rudal Rusia, Warga Diminta Berlindung di Bunker

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
 – Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal Rusia pada Selasa (2/6/2026) dini hari waktu setempat.

Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah kota setelah Rusia meluncurkan serangan rudal yang memicu aktivasi sistem pertahanan udara Ukraina.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengimbau warga untuk segera mencari perlindungan di bunker dan tempat aman lainnya selama serangan berlangsung.

“Ledakan terjadi di kota. Pasukan pertahanan udara sedang bekerja. Tetaplah berada di tempat perlindungan,” tulis Klitschko melalui kanal resmi pemerintah kota.

Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan bahwa serangan tersebut melibatkan rudal balistik yang diluncurkan oleh Rusia.

Menurutnya, aparat pertahanan udara Ukraina terus berupaya mencegat rudal yang mengarah ke wilayah ibu kota.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan udara Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Ukraina sebelumnya telah meminta tambahan dukungan sistem pertahanan udara dari Amerika Serikat untuk membantu menghadapi gelombang serangan rudal dan drone yang terus meningkat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky disebut telah menyampaikan permohonan tersebut kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kyiv berharap bantuan tersebut dapat memperkuat kemampuan pertahanan udara Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia.

Data yang dirilis militer Ukraina menunjukkan bahwa sepanjang Mei 2026, Rusia meningkatkan frekuensi serangan udara secara signifikan. Jumlah serangan drone jarak jauh yang dilancarkan Moskwa tercatat mencapai lebih dari 8.000 unit, atau meningkat sekitar 24 persen dibandingkan April.

Pada bulan yang sama, Ukraina juga melaporkan serangan rudal Rusia yang menghantam kawasan permukiman di Kyiv dan menyebabkan sedikitnya dua orang tewas.

Hingga Selasa pagi, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan terbaru tersebut.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama