Pemkab Balangan dan Kementerian LH Bentuk 10 Kelompok MPA untuk Cegah Karhutla

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.

SUARAMILENIAL.ID
, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.

Pembentukan kelompok tersebut difokuskan di wilayah rawan kebakaran, yakni Kecamatan Lampihong dan Kecamatan Batumandi yang memiliki kawasan gambut serta berpotensi mengalami kebakaran saat musim kemarau.

Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, Suryanta Bayuaji, mengatakan sebanyak 10 kelompok MPA akan dibentuk di Kabupaten Balangan pada tahun ini.

“Di Kecamatan Lampihong dan Batumandi masing-masing akan dibentuk lima kelompok MPA. Total ada 10 kelompok yang akan diberdayakan untuk mendukung pencegahan dan penanganan awal kebakaran lahan,” ujar Suryanta, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, keberadaan MPA menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla karena masyarakat berada di garis terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran.

Kelompok tersebut nantinya berperan membantu pencegahan, memberikan edukasi kepada warga, hingga melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran lahan

“Kelompok masyarakat ini akan membantu pencegahan dan pemadaman dini, terutama di kawasan yang memiliki karakteristik gambut,” katan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan, Tamrin, mengatakan pembentukan MPA merupakan strategi pemerintah dalam memperkuat mitigasi karhutla melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain membentuk kelompok relawan, pemerintah juga memberikan pelatihan kepada anggota MPA mengenai pencegahan kebakaran, deteksi dini, serta penggunaan peralatan pemadam.

“MPA diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan melakukan langkah pencegahan sejak dini agar risiko kebakaran lahan dapat ditekan,” ujar Tamrin.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Lampihong, Abdur Rahman, turut mendukung program tersebut. Ia berharap keberadaan MPA dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga di wilayah rawan kebakaran.

“Dengan pembentukan dan pelatihan ini, titik-titik rawan kebakaran diharapkan dapat diminimalkan sehingga karhutla bisa dicegah dan ditangani lebih cepat,” katanya.

Pemkab Balangan berharap keterlibatan masyarakat melalui kelompok MPA dapat memperkuat upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko kebakaran hutan serta lahan, khususnya saat memasuki puncak musim kemarau.



Lebih baru Lebih lama