Pengantre Pertalite di Banjarmasin Keluhkan Motor Diduga Pelangsir, Minta Pengawasan Diperketat

Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, khususnya pada jalur pengisian BBM jenis Pertalite.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, khususnya pada jalur pengisian BBM jenis Pertalite.

Salah satu antrean terlihat di SPBU Pulau Laut, Jalan S Parman, Banjarmasin, Kamis (11/6/2026). Antrean kendaraan bahkan memanjang hingga keluar area SPBU dan memakan sebagian badan jalan.

Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya permintaan Pertalite. Selain itu, antrean juga dipengaruhi proses pengisian ulang stok Pertalite dari mobil tangki ke penyimpanan SPBU yang membuat pelayanan sempat terhenti sementara.

SPBU Pulau Laut diketahui menerima pasokan Pertalite sekitar 16 ton per hari.

Di tengah antrean, sejumlah pengendara menyoroti keberadaan sepeda motor bertangki besar yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM.

Seorang pengendara, Zaki, mengatakan keberadaan motor dengan kapasitas tangki besar membuat waktu antrean semakin lama.

“Masalahnya mereka banyak, tangkinya juga besar-besar. Jadi antrean lebih lama,” ujar Zaki.

Keluhan serupa disampaikan Nasar. Ia berharap ada pengawasan lebih ketat agar antrean tidak semakin padat.

“Kalau memang diperbolehkan, bisa disediakan jalur khusus,” katanya.

Sementara itu, Manajer SPBU Pulau Laut, Aan, mengatakan pihaknya tidak bisa langsung melarang kendaraan tertentu membeli Pertalite selama masih sesuai aturan.

Menurut dia, petugas SPBU berpatokan pada kapasitas tangki kendaraan.

“Kami berpatokan pada kapasitas motornya. Kalau Suzuki Thunder misalnya, kapasitasnya 15 liter, kami isi sesuai kapasitas, tidak lebih,” jelas Aan.

Ia menambahkan, petugas SPBU juga mengawasi kendaraan yang sudah melakukan pengisian agar tidak kembali membeli BBM pada hari yang sama.

“Kalau datang lagi ingin melangsir, kami tolak karena sebelumnya sudah melakukan pengisian,” ujarnya.

Sumber : Banjarmasin post

Lebih baru Lebih lama