SUARAMILENIAL.ID, BANJARBARU – Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kalimantan Selatan menetapkan H.M. Syaripuddin sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi PERBASI Kalimantan Selatan periode 2026–2029.
Penetapan tersebut berlangsung dalam Musda yang digelar di Artotel Grand Maya Banjarbaru dan dihadiri perwakilan KONI Kalimantan Selatan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, serta seluruh pengurus PERBASI kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Mengusung tema “Satu Visi, Satu Langkah: Kalimantan Selatan Bersatu untuk Kemajuan Bola Basket, Melangkah Bersama Menuju Prestasi Nasional dan Internasional”, Musda menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat pembinaan olahraga basket di Banua.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum terpilih, H.M. Syaripuddin menegaskan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab kolektif untuk membangun ekosistem basket yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Amanah ini saya terima bukan sebagai penghargaan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang harus kita tunaikan. Prestasi tidak lahir dari kerja satu orang, melainkan dari kerja sebuah ekosistem. Karena itu, kita harus melangkah serentak dalam satu visi dan satu langkah,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan basket di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar yang ditopang oleh komunitas pelajar, mahasiswa, dan klub-klub yang terus tumbuh di berbagai daerah.
Namun, sejumlah tantangan masih perlu dibenahi, mulai dari ketimpangan fasilitas olahraga, belum meratanya kalender kompetisi, hingga sistem pembinaan yang belum sepenuhnya berjenjang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kepengurusan PERBASI Kalsel periode 2026–2029 menyiapkan enam program prioritas.
Program tersebut meliputi penyusunan basis data dan pemetaan potensi atlet daerah, penataan liga dan kompetisi berjenjang, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, pembangunan sentra pembinaan, standardisasi fasilitas olahraga, serta penguatan pendanaan dan promosi basket melalui kolaborasi dengan media dan dunia usaha.
Program-program tersebut akan dijalankan melalui peta jalan yang terukur. Pada tahap awal, pengurus akan melakukan audit organisasi, menyusun database atlet, serta menetapkan kalender kompetisi daerah.
Selanjutnya, liga berjenjang dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan mulai digulirkan, disertai pengembangan sentra pembinaan dan sistem statistik atlet.
Pada akhir periode kepengurusan, PERBASI Kalsel menargetkan lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional, penguatan klub-klub daerah, pemerataan fasilitas olahraga, hingga terbukanya peluang bagi atlet Banua untuk menembus seleksi tim nasional dan ajang internasional.
“Kami ingin Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan atlet basket berkualitas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” kata Syaripuddin.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KONI, dunia pendidikan, sektor swasta, media, hingga orang tua atlet untuk bersama-sama mendukung pengembangan basket di Kalimantan Selatan.
Musda PERBASI Kalsel 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan pembinaan bola basket di Banua tidak lagi berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan sesaat, melainkan membangun sistem prestasi yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Editor : Muhammad Robby
