Piala Dunia 2026 di AS Kurang Bergairah, Pesanan Hotel dan Tiket Pesawat Menurun

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum memberikan dampak besar bagi industri pariwisata AS. Sejumlah hotel dan maskapai justru mencatat permintaan yang lebih rendah dari perkiraan.

Tingginya harga tiket pertandingan, biaya perjalanan yang mahal, serta proses pengurusan visa menjadi sejumlah faktor yang membuat kedatangan suporter internasional belum meningkat signifikan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (12/6), beberapa hotel di kota-kota tuan rumah bahkan mulai menurunkan tarif kamar karena jumlah pengunjung masih di bawah ekspektasi.

Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan pemesanan penerbangan dari Eropa menuju sebagian besar kota tuan rumah pada periode Juni-Juli turun rata-rata 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan terbesar terjadi pada penerbangan menuju New York, kota yang akan menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli. Jumlah pemesanan menuju kota tersebut tercatat turun hingga 15,8 persen secara tahunan.

CEO Hotel Association of New York City Vijay Dandapani menyebut kondisi tersebut mengecewakan bagi pelaku industri.

“Secara keseluruhan ini mengecewakan,” ujarnya.

Asosiasi hotel New York bahkan memangkas proyeksi pendapatan kamar yang berkaitan dengan Piala Dunia hingga 60 persen menjadi sekitar US$60 juta atau sekitar Rp1,07 triliun.

Sebelumnya, FIFA memperkirakan sekitar 1,2 juta suporter akan datang ke New York selama turnamen. Namun, perkiraan terbaru dari asosiasi hotel setempat turun menjadi sekitar 500 ribu pengunjung.

Data CoStar juga menunjukkan tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya meningkat 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat sejumlah hotel menyesuaikan harga. New York Hilton Midtown, salah satu hotel terbesar di New York, disebut memangkas tarif kamar selama turnamen hingga sekitar US$415 atau Rp7,42 juta per malam.

Selain biaya perjalanan, harga tiket pertandingan juga menjadi hambatan bagi suporter. Kebijakan harga dinamis dan penjualan kembali tiket membuat harga tiket termurah di beberapa kota tuan rumah seperti New York dan Miami mendekati US$1.000 atau sekitar Rp17,9 juta per lembar.

Faktor lain yang turut memengaruhi minat perjalanan adalah aturan visa dan jarak antarkota pertandingan. Piala Dunia 2026 digelar di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sehingga membutuhkan biaya perjalanan tambahan.

Meski sektor hotel dan penerbangan menghadapi perlambatan, layanan penyewaan rumah jangka pendek justru mendapat keuntungan. Airbnb menyebut Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu ajang terbesar bagi perusahaan tersebut karena banyak wisatawan mencari pilihan akomodasi yang lebih terjangkau.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama