Trump Klaim AS dan Iran Akan Bertemu di Qatar, Teheran Membantah

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran meminta pertemuan dengan delegasi AS di Qatar pada Selasa (30/6/2026). Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Teheran.

Pernyataan Trump muncul setelah Iran melakukan pembicaraan awal dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz, menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan pertemuan tersebut akan berlangsung di Doha, Qatar.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga menyampaikan bahwa utusan AS Steve Witkoff bersama penasihat Trump, Jared Kushner, akan menuju Doha untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya agenda pertemuan dengan pihak Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan delegasi ahli Iran memang akan melakukan perjalanan ke Doha dalam waktu dekat, tetapi bukan untuk melakukan negosiasi dengan AS.

“Kami belum memasuki tahap negosiasi kesepakatan akhir,” ujar Baghaei.

Ia menegaskan bahwa Iran saat ini lebih fokus memastikan pelaksanaan nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Iran dan AS mengatur sejumlah hal, termasuk penghentian operasi militer, pengaturan keamanan di Selat Hormuz, ekspor minyak Iran, serta pembahasan mengenai aset Iran yang dibekukan.

Nota kesepahaman antara kedua negara mulai berlaku sejak 18 Juni 2026 setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Baghaei menyebut proses implementasi sejumlah poin dalam kesepakatan masih berjalan, termasuk terkait izin penjualan minyak dan pembahasan pelepasan aset Iran.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pertemuan langsung antara delegasi AS dan Iran di Qatar seperti yang diklaim Trump.

Sumber : CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama