SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., menyatakan kesiapan kampusnya untuk berkolaborasi dalam upaya pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri pelepasan Kapal Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (9/6).
Program yang digelar melalui sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut tersebut menggunakan KRI Hiu-634 untuk mendistribusikan uang rupiah layak edar senilai Rp15 miliar ke lima pulau terpencil, yakni Pulau Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Pulau Laut Timur.
Menurut Prof. Nida, program tahunan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan akses keuangan sekaligus meningkatkan literasi ekonomi masyarakat di daerah kepulauan.
“Program ini sangat relevan dengan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami siap berkolaborasi apabila diperlukan, termasuk melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun program edukasi lainnya,” ujarnya.
Rektor UIN Antasari juga mengungkapkan bahwa kampusnya memiliki pengalaman melaksanakan KKN Maritim bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Bank Indonesia maupun TNI AL dalam mendukung pelaksanaan program-program pelayanan masyarakat di wilayah 3T.
“Jika diperlukan bantuan untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat di daerah terpencil melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, kami siap mendukung,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nida turut meninjau langsung KRI Hiu-634 dan berinteraksi dengan para personel yang terlibat dalam ekspedisi.
Selain membawa layanan penukaran uang layak edar, ekspedisi ini juga mengusung berbagai program edukasi dan sosial. Masyarakat di pulau-pulau tujuan akan mendapatkan edukasi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS, program Cinta Rupiah, BI Mengajar, penyuluhan, hingga layanan kesehatan.
Sebanyak 78 personel yang terdiri dari 60 anggota TNI AL dan 18 personel Bank Indonesia diterjunkan dalam pelayaran yang menempuh jarak sekitar 503 mil laut selama tujuh hari tersebut.
Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Kalsel, DPRD, Polda Kalsel, TNI, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kejaksaan, serta berbagai pemangku kepentingan sektor maritim.
Program ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan uang layak edar di wilayah kepulauan, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan dan pelayanan publik bagi masyarakat yang berada di daerah terluar Kalimantan Selatan.
