Keributan terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Awalnya, Bellingham terlihat menyalami dan memeluk kiper Argentina Juan Musso. Namun, situasi berubah ketika ia melihat Barco yang tengah merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
Bellingham kemudian menghampiri Barco dan mengeplak bagian belakang kepalanya. Barco langsung bereaksi dengan membalas tindakan tersebut hingga memicu ketegangan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim. Beruntung, insiden itu tidak berlangsung lama setelah pemain dan ofisial berhasil meredakan situasi.
Belakangan, video dari berbagai sudut memperlihatkan bahwa kemarahan Bellingham diduga berawal dari selebrasi Barco saat Argentina menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Enzo Fernandez.
Dalam tayangan tersebut, Barco yang berada di bangku cadangan berlari masuk ke lapangan. Alih-alih bergabung dengan rekan-rekannya yang merayakan gol di sudut lapangan, ia justru berlari ke arah para pemain Inggris.
Di depan pemain lawan, Barco melompat sambil mengepalkan tangan dan meninju udara sebagai bentuk selebrasi. Aksi itu dinilai sebagai provokasi karena dilakukan tepat di hadapan skuad Inggris.
Argentina akhirnya memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris. Setelah gol penyeimbang dari Enzo Fernandez, Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Hasil tersebut membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni akan menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan lawannya di semifinal untuk memperebutkan gelar juara dunia.
