![]() |
| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026. |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.
Upaya penanganan terus diperkuat melalui operasi darat dan udara, dengan fokus pengendalian di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang sempat terdampak kabut asap.
Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan berdasarkan data terkini, luas lahan yang terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare. Selain itu, terpantau sebanyak 3.010 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
"Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau," ujar Ronny di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Dari total kejadian tersebut, sekitar 0,2 hektare kawasan hutan di Banjarbaru turut terdampak. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan pada area seluas sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.
Ronny menjelaskan, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (18/7) di kawasan selatan Bandara Syamsudin Noor menyebabkan kabut asap cukup tebal hingga Senin pagi. Kondisi tersebut segera direspons dengan operasi pemadaman dari udara.
"Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang," katanya.
Meski demikian, operasi udara memiliki keterbatasan waktu. Helikopter water bombing hanya dapat beroperasi hingga pukul 18.00 Wita karena mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan.
"Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Helikopter water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan," ujarnya.
BPBD Kalsel terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait untuk mempercepat pengendalian karhutla. Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran api sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan di Kalimantan Selatan.
