SUARAMILENIAL.ID, TAPIN– Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengajak generasi muda menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan kehidupan sosial yang terus berubah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) bagi kalangan anak muda di Kabupaten Tapin, Jumat (26/6/2026).
Desy mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan perubahan sosial maupun perkembangan teknologi. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila dinilai penting agar tidak hanya menjadi materi yang dihafalkan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak ingin Pancasila hanya terdengar saat upacara. Nilai-nilainya justru paling terasa ketika kita menghargai perbedaan, berdiskusi dengan santun, dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil,” ujar Desy.
Menurut dia, ruang-ruang publik yang banyak menjadi tempat berkumpul anak muda, seperti kedai kopi, dapat dimanfaatkan sebagai wadah bertukar gagasan secara sehat selama diwarnai sikap saling menghormati, berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Coffee shop bukan sekadar tempat nongkrong. Di sana sering lahir ide, kolaborasi, bahkan peluang usaha. Yang penting, ruang itu juga diwarnai sikap saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah,” katanya.
Desy menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini banyak muncul di ruang digital maupun lingkungan pergaulan. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat menjadi bekal untuk menyikapi perbedaan pendapat, menangkal hoaks, membangun kerja sama, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ia berharap dampak sosialisasi tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga menyebar ke lingkungan keluarga, komunitas, hingga masyarakat melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
Desy juga mendorong para peserta menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan membiasakan etika dalam berdiskusi, menghormati keberagaman, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Menurutnya, aktualisasi nilai-nilai Pancasila akan memiliki makna yang lebih besar apabila diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar dipahami sebagai konsep atau teori.
