
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mereda untuk sementara setelah kedua negara menghentikan aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Di saat yang sama, Filipina diguncang ledakan bom di dekat Kementerian Kehakiman menjelang pidato kenegaraan Presiden Ferdinand Marcos Jr..
Perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam dinamika keamanan internasional pada Selasa (28/7/2026).
Iran dan AS Hentikan Serangan
Iran menghentikan sementara serangan balasan terhadap Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan peluang dibukanya kembali jalur negosiasi.
Sebelumnya, kedua negara terlibat eskalasi militer selama hampir dua pekan. Namun, dalam beberapa hari terakhir tidak lagi dilaporkan adanya serangan baru dari kedua belah pihak.
Trump mengatakan pemerintahannya tengah melakukan komunikasi dengan Iran dan melihat adanya sinyal positif menuju penyelesaian melalui jalur diplomatik.
“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya rasa mereka semakin serius,” ujar Trump kepada wartawan.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah penghentian serangan tersebut akan berkembang menjadi gencatan senjata permanen atau hanya bersifat sementara.
Netanyahu Tetap Bertemu Trump
Di tengah meredanya konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan tetap melakukan kunjungan ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Trump pada Selasa waktu setempat.
Usai pertemuan itu, Netanyahu juga dijadwalkan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Kunjungan tersebut tetap berlangsung meski mendapat kritik dari Wali Kota New York City Zohran Mamdani, yang menyerukan agar Netanyahu ditangkap atas dugaan kejahatan perang. Netanyahu menegaskan tidak mengkhawatirkan seruan tersebut.
Bom Meledak di Filipina
Sementara itu, situasi keamanan di Filipina memanas setelah sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman pada Senin (27/7) dini hari.
Ledakan tidak menimbulkan korban jiwa. Beberapa jam kemudian, aparat juga menemukan benda yang diduga sebagai bom yang belum meledak di dekat Gedung Senat.
Insiden terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan tahunan atau State of the Nation Address (SONA).
Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr., menyatakan pihaknya menduga kuat kedua insiden tersebut saling berkaitan. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik rangkaian peristiwa tersebut.
Perkembangan di Timur Tengah dan Asia Tenggara itu menunjukkan situasi keamanan global masih dinamis, meski di satu sisi terdapat peluang meredanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Di sisi lain, ancaman keamanan domestik masih menjadi tantangan bagi sejumlah negara, termasuk Filipina.