Kapal Tanker Gas Milik AS Terbakar di Pelabuhan Mesir, Diduga Akibat Serangan Drone

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Sebuah kapal tanker penyimpanan gas milik Amerika Serikat dilaporkan terbakar setelah diduga dihantam drone di Pelabuhan Damietta, Mesir, pada Rabu (29/7/2026). Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut dan menilai serangan itu berpotensi menjadi indikasi eskalasi konflik di kawasan.

Sementara itu, perusahaan jasa pelabuhan Inchcape menyebut sedikitnya dua kapal tanker gas mengalami kebakaran di Pelabuhan Damietta.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui kejadian tersebut, drone diduga menghantam kapal tanker penyimpanan gas Energos Winter, sehingga memicu kebakaran. Api kemudian dilaporkan merambat ke kapal lain, Gaslog Salem, yang berada di dekat lokasi.

Kelompok manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, menyatakan Energos Winter terkena proyektil yang belum dapat diidentifikasi di sisi kanan lambung kapal. Serangan itu memicu kebakaran, namun api disebut berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas lebih jauh.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Mesir mengakui terjadi kebakaran di Pelabuhan Damietta. Namun, pemerintah Mesir belum memberikan penjelasan mengenai penyebab kebakaran maupun mengonfirmasi adanya serangan drone.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat bersama Arab Saudi juga melancarkan serangan terhadap milisi yang didukung Iran di Irak.

Selain itu, ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok penguasa Yaman juga terus berlangsung dengan aksi saling serang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Insiden di Pelabuhan Damietta pun menambah daftar gangguan terhadap keamanan pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan yang saat ini berada dalam situasi geopolitik yang semakin tidak menentu.


Lebih baru Lebih lama