SUARAMILENIAL.ID, PARINGIN – Kecelakaan mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Lampihong yang menewaskan seorang relawan dan menyebabkan sejumlah petugas lainnya mengalami luka-luka menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Peristiwa tersebut menjadi momentum untuk mempercepat upaya pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para relawan pemadam kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya relawan yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa para relawan Damkar menghadapi risiko tinggi setiap kali bertugas melindungi masyarakat.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Keselamatan petugas harus menjadi prioritas. Kami juga turut berduka atas korban yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar H. Rahmi, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, BPBD Balangan saat ini terus mengupayakan agar seluruh relawan Damkar dapat memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, jaminan tersebut baru mencakup personel Posko Induk dan Tim Reaksi Cepat (TRC), sementara relawan Damkar dari masyarakat masih terkendala aspek administrasi.
“Kami tidak tinggal diam. Kami terus mengupayakan agar seluruh relawan Damkar nantinya bisa memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Menurut Rahmi, perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan penting mengingat relawan pemadam kebakaran setiap hari dihadapkan pada risiko kecelakaan saat menangani kebakaran maupun berbagai kondisi darurat lainnya.
Ia juga mengapresiasi sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Balangan yang telah mengalokasikan anggaran desa untuk mengikutsertakan relawan Damkar di wilayahnya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Selain memperjuangkan perlindungan sosial, BPBD Balangan terus memberikan dukungan kepada relawan melalui dana pembinaan yang disalurkan setiap enam bulan sekali serta insentif bagi unit Damkar yang telah terdaftar secara resmi.
Pasca kecelakaan maut di Lampihong, BPBD juga mengingatkan seluruh relawan agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat menuju lokasi kebakaran. Pemeriksaan kondisi armada, kesiapan personel, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Rahmi berharap tragedi tersebut menjadi titik balik dalam memperkuat sistem perlindungan bagi relawan pemadam kebakaran yang selama ini berada di garis depan membantu masyarakat.
“Semoga kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan relawan, sehingga mereka dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan perlindungan yang lebih baik,” ujarnya.
