![]() |
| Foto-Dok/CNN Indonesia |
SUARMILENIAL.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan uji coba tabung compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) bernama Tabung Merah Putih akan dimulai pada Juli 2026.
Tabung tersebut nantinya direncanakan menjadi alternatif pengganti LPG 3 kg atau yang selama ini dikenal sebagai gas melon.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, prototipe Tabung Merah Putih saat ini sudah memasuki tahap ketiga pengujian. Masih ada satu tahap uji coba sebelum produk dapat digunakan masyarakat.
“Ada satu tahap lagi sudah bisa diedarkan. Iya (pada Juli),” ujar Laode.
Sebanyak belasan unit prototipe Tabung Merah Putih telah disiapkan untuk menjalani rangkaian pengujian di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Pengujian tersebut akan berfokus pada aspek keselamatan, termasuk ketahanan tekanan tabung dan sistem katup (valve) yang menyatu dengan tabung.
Laode menjelaskan, pada tahap awal tabung CNG akan didatangkan dari China. Hal ini karena tabung tersebut menggunakan material komposit dengan teknologi tipe empat yang membuat bobotnya lebih ringan dibandingkan tabung logam konvensional.
Menurutnya, faktor berat menjadi salah satu perhatian agar masyarakat tetap nyaman saat menggunakan tabung pengganti LPG 3 kg.
Pemerintah memastikan harga jual Tabung Merah Putih nantinya akan disetarakan dengan harga LPG 3 kg. Dengan skema tersebut, pemerintah memperkirakan subsidi energi dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
“Simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” kata Laode.
Ke depan, pemerintah membuka peluang pembangunan fasilitas produksi tabung CNG di Indonesia apabila kebutuhan masyarakat sudah semakin besar.
Implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah, menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan pasokan gas yang telah disiapkan bersama pihak terkait.
Sumber : CNN Indonesia
