SUARAMILENIAL.ID, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan keagamaan melalui Program Beasiswa Santri. Hingga 2026, sebanyak 2.751 santri telah menerima bantuan pendidikan yang disalurkan kepada pondok pesantren, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Balangan.
Penyaluran beasiswa terbaru dilakukan Bupati Balangan H. Abdul Hadi kepada 195 santri Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin di Desa Bungin, Kecamatan Paringin, Kamis (6/8/2026).
Program Beasiswa Santri menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Balangan di sektor pendidikan. Selain memperluas akses pendidikan berbasis pesantren, program ini juga bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua maupun pihak pondok pesantren.
Dalam program tersebut, santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) menerima bantuan sebesar Rp3 juta per tahun, sedangkan santri Madrasah Aliyah (MA) memperoleh Rp3,5 juta per tahun.
Bupati Balangan H. Abdul Hadi mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Beasiswa Santri ini sudah diterima oleh 2.751 santri, dan khusus di Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin ada sebanyak 195 santri yang menerima bantuan,” ujarnya.
Menurut Abdul Hadi, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga santri sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi para santri dan santriwati untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh sehingga kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan daerah,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin, KH. Muhammad Saubari, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Balangan terhadap pengembangan pendidikan pesantren.
Ia menilai Program Beasiswa Santri merupakan langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam.
“Kami sangat mengapresiasi kebijakan dari Pak Bupati. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari seorang pemimpin daerah dalam mendukung pendidikan para santri,” ujarnya.
Menurut Saubari, bantuan tersebut juga mendukung kebijakan pondok dalam memberikan keringanan biaya pendidikan kepada santri melalui dana kas majelis. Karena itu, ia berharap program beasiswa dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak santri yang memperoleh manfaat.
“Semoga program ini terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
