Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16, Pasar Khawatir Blokade Iran

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026) setelah Amerika Serikat (AS) mengancam mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 9 sen atau 0,1 persen menjadi US$87,16 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4 sen menjadi US$81,29 per barel.


Kenaikan harga terjadi setelah kedua minyak acuan tersebut anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan sebelumnya. Penurunan itu sekaligus menghentikan reli Brent selama enam sesi dan WTI selama lima sesi berturut-turut.


Meski sempat terkoreksi, harga Brent dan WTI masih berada di jalur kenaikan sekitar 4 persen secara mingguan.


AS Ancam Pertahankan Blokade


Pergerakan harga minyak kembali dipengaruhi ketegangan geopolitik setelah pemerintah AS menyatakan akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.


Washington juga mengancam meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran setelah perundingan gencatan senjata mengalami kebuntuan.


Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah AS tengah menyiapkan langkah lanjutan terhadap Iran.


“Kita tunggu pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah seperti yang belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara,” kata Bessent.


Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak global, terutama karena Iran masih membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.


Selat Hormuz Jadi Sorotan


Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Sebelum konflik berlangsung, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.


Pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global. Kondisi itu juga dapat mendorong kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.


Di sisi lain, tekanan terhadap harga minyak masih datang dari prospek permintaan global yang lebih lemah.


Kepala baru unit paramiliter Basij Iran, Hossein Taeb, mengatakan Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam Iran, menurut kantor berita semi-resmi Fars.


Dengan kondisi tersebut, pasar minyak masih menghadapi ketidakpastian dari sisi pasokan. Perkembangan konflik dan kebijakan AS terhadap Iran diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah harga minyak dunia selanjutnya.


Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama