![]() |
| Masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau yang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. |
SUARAMILENIAL.ID, BARITO KUALA – Masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau yang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir.
Selain potensi kabut asap akibat meningkatnya risiko kebakaran lahan, warga di sejumlah wilayah juga mulai menghadapi kondisi air yang terasa asin. Situasi tersebut menjadi perhatian karena kemarau dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli-September, dengan Agustus menjadi salah satu periode puncak kemarau di banyak wilayah Indonesia. (BMKG)
Kondisi kemarau yang lebih kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Asap dari kebakaran lahan berpotensi mengganggu kualitas udara dan jarak pandang, terutama apabila kondisi angin lemah sehingga asap bertahan di sekitar permukiman.
Prakiraan BMKG untuk wilayah Sungai Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Barito Kuala, misalnya, mencatat jarak pandang kurang dari 8 kilometer pada pemutakhiran yang tersedia. (BMKG)
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, khususnya pengendara sepeda motor, diimbau lebih berhati-hati ketika jarak pandang menurun akibat kabut atau asap.
Warga juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi lahan yang kering pada musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
Air Asin
Selain kabut asap, persoalan air asin juga menjadi perhatian masyarakat pesisir dan wilayah yang bergantung pada sumber air sungai.
Masuknya air asin dapat membuat air sungai atau sumber air tertentu berubah rasa dan kualitasnya. Kondisi ini perlu diantisipasi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kondisi air, kualitas udara, serta potensi kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, kewaspadaan bersama menjadi penting untuk mencegah kabut asap semakin meluas sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat Barito Kuala.
