SUARAMILENIAL.ID, PELAIHARI — Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan mendorong pemenuhan guru agama non-Islam di SMAN 1 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Kebutuhan tenaga pendidik tersebut menjadi salah satu temuan dalam kunjungan kerja monitoring yang dilakukan ke sekolah itu, Kamis (30/7/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan Jihan Hanifha mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memantau kondisi sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menyerap aspirasi dari pihak sekolah terkait kebutuhan tenaga pendidik.
Menurut Jihan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2026 telah direalisasikan, antara lain berupa pembangunan ruang pengawas dan pengadaan peralatan pembelajaran.
Meski demikian, ia menilai kebutuhan guru agama non-Islam masih menjadi persoalan yang perlu segera ditangani agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya.
"Masalah ini akan segera kami bahas bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan guna mencari solusi terbaik sehingga kebutuhan tenaga pengajar dapat terpenuhi," kata Jihan.
SMAN 1 Pelaihari saat ini menjadi salah satu sekolah menengah atas dengan jumlah peserta didik terbesar di Kabupaten Tanah Laut, dengan sekitar 900 siswa.
Kepala SMAN 1 Pelaihari Ihsanul Imani menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Kalimantan Selatan terhadap kebutuhan sekolah, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang telah diberikan pemerintah provinsi.
Ia berharap kebutuhan guru agama non-Islam dapat segera dipenuhi sehingga seluruh siswa memperoleh layanan pembelajaran agama secara optimal.
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang turut mendampingi kunjungan menyatakan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan Komisi IV DPRD. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik di SMAN 1 Pelaihari. (*)
