Konflik Timur Tengah Berlanjut, Pemerintah Perkuat Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah turut meningkatkan risiko terhadap jalur distribusi energi dunia. Pemerintah Indonesia pun memperkuat strategi untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di dalam negeri tetap aman.

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah turut meningkatkan risiko terhadap jalur distribusi energi dunia. Pemerintah Indonesia pun memperkuat strategi untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di dalam negeri tetap aman.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi Selat Hormuz yang belum sepenuhnya aman dilalui. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute penting perdagangan minyak dunia.


Selain Selat Hormuz, ancaman keamanan di kawasan Bab el-Mandeb juga menjadi perhatian. Gangguan di kedua jalur tersebut berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan energi global, termasuk ke Indonesia.


Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) melakukan diversifikasi sumber impor energi. Pasokan yang sebelumnya banyak berasal dari kawasan Timur Tengah mulai diperluas ke sejumlah negara di luar kawasan konflik.


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sumber impor kini diarahkan antara lain ke Amerika Serikat, Afrika, Asia, serta negara-negara di kawasan ASEAN.


Pemerintah juga meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memprioritaskan produksi minyak mentah dalam negeri sebagai bahan baku kilang nasional.


Optimalisasi operasional kilang serta pencarian sumber LPG alternatif juga terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi di dalam negeri.


Pertamina Perluas Sumber Pasokan


Pertamina turut memperluas strategi diversifikasi pasokan energi dengan menjajaki sumber minyak dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika.


Presiden Prabowo Subianto menilai pengelolaan energi nasional sejauh ini mampu menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik.


Menurut Prabowo, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas pasokan energi ketika sejumlah negara lain menghadapi kekhawatiran terhadap gangguan distribusi.


Ia juga menilai Kementerian ESDM dan Pertamina telah menjalankan pengelolaan energi dengan baik sehingga harga BBM bersubsidi masih dapat dipertahankan.


Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi juga mengapresiasi langkah Pertamina mencari sumber pasokan dari luar kawasan konflik.


Menurut dia, gangguan distribusi yang sempat terjadi pada awal konflik kini mulai teratasi. Rantai pasok dari negara-negara alternatif disebut telah kembali stabil.


Produksi Migas Dalam Negeri Diperkuat


Selain mengamankan pasokan dari luar negeri, Pertamina juga terus meningkatkan produksi minyak dan gas dari dalam negeri.


Hingga semester I 2026, produksi migas Pertamina Hulu Energi (PHE) tercatat mencapai sekitar 935 ribu barel setara minyak per hari.


Produksi tersebut terdiri dari minyak sekitar 459 ribu barel per hari dan gas sekitar 2.756 juta kaki kubik per hari.


Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE menyelesaikan 278 pengeboran sumur eksploitasi, 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service.


Di sektor eksplorasi, PHE juga telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi serta survei seismik 2D dan 3D.


Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan sumber daya baru sekaligus menjaga kesinambungan produksi migas nasional.


Minyak dari Luar Negeri Dibawa ke Indonesia


Pertamina juga menjalankan strategi Bring Barrel Home, yakni membawa minyak mentah hasil produksi aset Pertamina di luar negeri untuk diolah di kilang dalam negeri.


Salah satu contohnya adalah pengiriman sekitar 450 ribu barel minyak mentah dari Lapangan Menzel Lejmat di Aljazair menuju Kilang Cilacap, Jawa Tengah.


Strategi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian minyak mentah dari pihak lain.


Pertamina saat ini juga memiliki dan mengelola sejumlah aset hulu migas di luar negeri, antara lain di Aljazair, Malaysia, Irak, Nigeria, Gabon, dan Tanzania.


Di tengah ketidakpastian geopolitik global, diversifikasi sumber pasokan, peningkatan produksi domestik, serta optimalisasi aset migas menjadi bagian dari strategi pemerintah dan Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional.


Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama