SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali berdampak ke negara tetangga. Sebanyak tujuh wilayah di Malaysia dilaporkan mengalami polusi udara dalam kategori tidak sehat pada Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS), sejumlah wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara yang memburuk. Empat wilayah di Sarawak bahkan berada mendekati kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu, tiga wilayah lainnya yang masuk kategori tidak sehat yakni Johan Setia di Selangor dengan indeks 157, Sungai Petani di Kedah sebesar 140, serta Taiping di Perak dengan indeks 121.
Kabut asap karhutla Indonesia menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap kualitas udara di Malaysia. Asap dari kebakaran hutan dan lahan, terutama yang berasal dari wilayah Kalimantan, terbawa angin dan menyelimuti sejumlah kawasan di Malaysia.
Kabut asap akibat karhutla memang menjadi persoalan yang berulang di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Singapura.
Panglima Pakistan Kunjungi Iran
Di tengah persoalan kabut asap tersebut, perkembangan internasional lainnya datang dari Iran dan Pakistan.
Panglima Militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Teheran, Iran, pada Senin (24/8/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membenarkan rencana kunjungan tersebut. Munir dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Iran untuk membahas kerja sama bilateral serta isu keamanan kawasan.
Kunjungan itu disebut menjadi bagian dari upaya Pakistan membantu memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Turki Ingin Tangkap Netanyahu
Sementara itu, Turki tengah mengupayakan penerbitan red notice Interpol untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Langkah tersebut berkaitan dengan tuduhan genosida yang diarahkan kepada Netanyahu atas kebijakan dan operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak 2023.
Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menegaskan bahwa pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan akan terus mendukung rakyat Palestina.
Selain isu Gaza, Turki juga menyoroti serangan terhadap kapal relawan Global Freedom Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian isu internasional yang menjadi perhatian pada Senin (24/8/2026), mulai dari dampak karhutla Indonesia terhadap negara tetangga hingga dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah.
