![]() |
| Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Hj Ananda resmi mendapatkan legitimasi dari PMI Provinsi Kalimantan Selatan. Foto-Istimewa |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Hj Ananda resmi mendapatkan legitimasi dari PMI Provinsi Kalimantan Selatan.
Legitimasi tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) PMI Provinsi Kalsel Nomor 170/KEP/PD-KS/ORG/VIII/2026 tentang Pengesahan Pengurus PMI Kota Banjarmasin Masa Bakti 2025-2030.
SK tersebut ditandatangani Ketua PMI Provinsi Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan diserahkan secara simbolis kepada Ketua PMI Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).
Penyerahan dilakukan H Gusti Iskandar didampingi Sekretaris PMI Provinsi Kalsel Syarifani Syabarhan. Hj Ananda hadir bersama Sekretaris PMI Kota Banjarmasin Arief Rahman dan Ketua Bidang Organisasi PMI Kota Banjarmasin M Robby.
H Gusti Iskandar mengatakan penerbitan SK tersebut memberikan dasar legitimasi bagi kepengurusan PMI Kota Banjarmasin untuk menjalankan roda organisasi, baik dalam urusan internal maupun pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Hj Ananda, PMI Kota Banjarmasin kembali seperti yang dulu, yaitu mampu mengatasi berbagai situasi, khususnya dalam berbagai persoalan kemanusiaan di Kota Banjarmasin,” ujar Gusti Iskandar.
Ia menjelaskan, susunan kepengurusan PMI Kota Banjarmasin telah mendapat persetujuan PMI Provinsi Kalsel. Struktur tersebut merupakan hasil keputusan tim formatur yang memperoleh mandat dari Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah mereka sudah menyusun dan membentuknya. Saya tentu mengaminkan dan memberikan persetujuan,” katanya.
Tiga Prioritas Kepengurusan Baru
Hj Ananda mengatakan sejumlah pekerjaan rumah menanti kepengurusan baru PMI Kota Banjarmasin. Penguatan organisasi menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan roda organisasi berjalan lebih solid setelah masa transisi.
Setidaknya terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi perhatian, yakni penguatan organisasi, penguatan relawan, dan pembenahan Unit Donor Darah (UDD).
“Untuk penguatan organisasi sebagai langkah awal, setelah kepengurusan dilantik kami akan menggelar rapat bersama seluruh jajaran pengurus dan staf PMI Kota Banjarmasin. Rapat tersebut diperlukan untuk menyatukan langkah sekaligus melakukan pembenahan di tengah masa transisi organisasi,” kata Ananda.
Pembenahan UDD, menurut dia, juga menjadi perhatian penting. Hal itu berkaitan dengan kebutuhan darah bagi masyarakat yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi persoalan ketersediaan.
“Lalu yang tidak kalah penting adalah penguatan UDD ini juga akan menjadi fokus kami. Terlebih belakangan ini terjadi persoalan terkait ketersediaan darah yang berdampak pada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain pembenahan internal, Ananda berharap kepengurusan baru dapat kembali memperkuat kiprah PMI Kota Banjarmasin dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar PMI Kota Banjarmasin dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Kami mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin,” kata Ananda.
Editor : Hendry Rusadi

