
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga jasad korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dari dalam badan kapal yang berada di bawah laut, Jumat (18/9/2026
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga jasad korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dari dalam badan kapal yang berada di bawah laut, Jumat (18/9/2026).
Ketiga korban terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Proses evakuasi dilakukan tim penyelam dalam kondisi jarak pandang terbatas dan arus bawah laut yang dinamis.
Ketiga jasad ditemukan dalam kondisi terjebak di dalam ruangan kapal. Tim penyelam harus memecahkan kaca untuk mengeluarkan korban dari bagian dalam kapal.
Setelah berhasil dievakuasi, ketiga jasad dipindahkan ke KN SAR Kamajaya sekitar pukul 18.30 Wita untuk dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Ketiganya tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 23.00 Wita. Selanjutnya, Basarnas menyerahkan jasad korban kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan proses evakuasi membutuhkan keahlian khusus karena korban berada di dalam badan kapal yang tenggelam.
Tim penyelam khusus dalam operasi tersebut melibatkan 20 personel TNI Angkatan Laut. Mereka terdiri dari 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II TNI AL.
Dengan ditemukannya tiga jasad tersebut, hingga hari keenam operasi SAR pada Jumat pukul 22.00 Wita, total korban yang telah ditemukan mencapai 117 orang.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang lainnya masih dalam pencarian.
KMP Virgo Transport 8 diketahui mengangkut 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.
Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.