BGN Usulkan Kepala SPPG Talang Angin Dicopot Usai 500 Orang Keracunan

Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah lebih dari 500 orang diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin. Foto-ANTARA

SUARAMILENIAL.ID, SIDOARJO — Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah lebih dari 500 orang diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan, usulan pencopotan tersebut menjadi salah satu langkah yang diambil setelah kejadian keracunan massal.

“Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian,” kata Ketut, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (2/9/2026).

Selain mengusulkan pencopotan kepala SPPG, BGN menjatuhkan sanksi penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap SPPG Talang Angin selama 30 hari.

Ketut mengatakan BGN bersama dinas kesehatan terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan. Hasil investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.

Menurut Ketut, berdasarkan data investigasi sementara, lebih dari 500 orang terdampak dalam kejadian tersebut. BGN juga memprioritaskan penanganan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” kata Ketut.

Sebagian pasien sudah pulang

Di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sebanyak 380 pasien sempat menjalani penanganan akibat kejadian tersebut. Hingga Rabu pukul 15.30 WIB, sebanyak 353 pasien telah diperbolehkan pulang.

Humas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan lima pasien masih menjalani perawatan dan 22 orang lainnya masih dalam observasi.

“Pukul 15.30 WIB total ada 380. Yang sudah pulang 353. Yang kita rawat ada 5. Masih observasi 22,” ujar Rizqi.

Menurut Rizqi, kondisi pasien yang masih menjalani observasi berangsur membaik. Sebagian masih mengalami diare dan sakit perut.

“ Kondisi mereka sudah membaik. Memang masih jalan observasi, tadi itu diare. Masih sakit perut,” katanya.

Lima pasien yang masih dirawat tidak membutuhkan perawatan di ruang ICU. Mereka ditempatkan di ruang perawatan biasa.

“Di ruangan biasa,” ujar Rizqi.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama