SUARAMILENIAL.ID, KANDANGAN — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, dan Bank Kalsel Cabang Kandangan berkolaborasi untuk memperkuat pendampingan serta akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan antara pengurus Gekrafs HSS dan jajaran Bank Kalsel Cabang Kandangan di Kantor Bank Kalsel Cabang Kandangan, Rabu (9/9/2026).
Pimpinan Cabang Bank Kalsel Kandangan Muhammad Fadjrin hadir dalam pertemuan tersebut bersama jajarannya. Sementara Gekrafs HSS diwakili Ketua Rizal Nagara beserta pengurus.
Salah satu rencana yang dibahas adalah penyediaan akses pembiayaan dengan bunga 0 persen bagi pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif. Skema tersebut akan mendapat subsidi dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pembiayaan pelaku usaha sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan skala bisnis.
Ketua Gekrafs Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rizal Nagara mengatakan, kemudahan akses permodalan perlu diikuti dengan pendampingan agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dapat mengelola usaha secara berkelanjutan.
“Kolaborasi ini merupakan titik krusial bagi ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di Hulu Sungai Selatan. Lewat sinergi bersama Bank Kalsel dan adanya dukungan program bunga 0 persen dari pemerintah daerah, akan memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi para pelaku usaha lokal. Ini saatnya usaha lokal makin tangguh, tumbuh pesat, dan naik kelas,” ujar Rizal.
Tidak Hanya Permodalan
Menurut Rizal, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan menyediakan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan tata kelola bisnis.
Karena itu, Gekrafs HSS dan Bank Kalsel Cabang Kandangan berencana mengembangkan pendampingan yang mencakup edukasi keuangan, tata kelola usaha, hingga pengembangan bisnis.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memanfaatkan pembiayaan secara produktif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha.
Kolaborasi antara komunitas ekonomi kreatif, perbankan, dan pemerintah daerah juga diharapkan dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap sumber pembiayaan sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif.
Dengan dukungan tersebut, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di Hulu Sungai Selatan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dengan mengandalkan inovasi serta potensi dan kearifan lokal daerah.
Editor : Muhammad Robby