Padang Ilalang di Tabalong Viral di Media Sosial, Ratusan Warga Berdatangan


Hamparan padang ilalang di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendadak ramai dikunjungi warga setelah pemandangannya viral di media sosial.

SUARAMILENIAL.ID, TABALONG — Hamparan padang ilalang di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendadak ramai dikunjungi warga setelah pemandangannya viral di media sosial
.

Ratusan pengunjung datang untuk menikmati suasana, berswafoto, hingga membuat konten. Ramainya kunjungan tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar dengan membuka lapak makanan dan minuman.

Padang ilalang itu berada di lahan sekitar dua hektare yang sebelumnya merupakan area persawahan dan sempat terbakar. Saat musim kemarau, ilalang tumbuh subur hingga menciptakan hamparan pemandangan yang menarik perhatian warga.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Binturu, Marsudi, mengatakan lokasi tersebut awalnya bukan merupakan kawasan wisata.

Menurut dia, keramaian bermula setelah seorang warga membuat konten mengenai pemandangan padang ilalang tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

“Awalnya adanya wisata ini karena ada wisata dadakan juga di tempat lain, yang sama pemandangannya seperti di sini. Lalu ada warga kami di sini yang membuat konten dan akhirnya viral juga,” ujar Marsudi, Minggu (27/9/2026).

Ratusan Orang Datang Setiap Hari

Marsudi mengatakan, pengunjung mulai berdatangan sejak Selasa sebelum puncak kunjungan pada Minggu (27/9/2026).

Jumlah pengunjung bahkan disebut bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.

“Sudah ramai dari hari Selasa kemarin,” katanya.

Lokasi tersebut juga relatif mudah dijangkau. Pengunjung dapat menuju kawasan padang ilalang melalui jalan di samping SMAN 1 Kelua yang terhubung menuju Galigur, Desa Binturu.

Salah seorang pengunjung, Tirta, mengaku mengetahui lokasi tersebut dari TikTok. Ia kemudian datang untuk melihat langsung pemandangan yang sebelumnya hanya dilihatnya melalui media sosial.

“Wah ini cantik banget pemandangannya kayak di Swiss. Kami tahu ini dari TikTok, jadi karena itu kami melihat secara langsung,” kata Tirta.

Pengunjung lainnya, Hana, juga mengaku tertarik dengan pemandangan padang ilalang tersebut.

“Menurut kami ini bagus pang pemandangannya, indah banget, kayak di luar negeri. Jarang-jarang ada yang kayak gini,” tuturnya.

Warga Manfaatkan Keramaian

Meningkatnya jumlah pengunjung turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah warga membuka lapak makanan dan minuman di sekitar lokasi. Dengan begitu, kawasan padang ilalang tidak hanya menjadi tempat warga berekreasi, tetapi juga menjadi lokasi aktivitas ekonomi masyarakat.

Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk untuk menikmati kawasan tersebut. Mereka hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.

Kemunculan wisata dadakan ini menunjukkan potensi lahan dan pemandangan alam di Desa Binturu untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Namun, untuk saat ini, kawasan tersebut masih menjadi tujuan wisata dadakan yang dikenal masyarakat setelah kontennya ramai di media sosial.

Padang ilalang yang sebelumnya merupakan lahan bekas persawahan itu kini menjadi salah satu pilihan warga untuk mengisi waktu luang saat musim kemarau. Ramainya kunjungan juga membuka kesempatan bagi warga sekitar memperoleh penghasilan dari aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.

Sumber : Desa Nusantara
Lebih baru Lebih lama