Pertagas Siapkan Penambahan Kapasitas Penyaluran Gas ke KEK Sei Mangkei

 

PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan rencana peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mendukung perkembangan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

SUARAMILENIAL.ID, MEDAN – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan rencana peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mendukung perkembangan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Section Head Operation Stasiun Metering Gas (SM) KEK Sei Mangkei Pertagas, Gilang Fathurahim, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan gas di kawasan industri tersebut.

“Peningkatan kapasitas penyaluran gas masuk ke dalam rencana jangka panjang perusahaan. Nanti kami akan melihat secara keekonomian dan secara teknis juga terkait penambahan-penambahan itu,” ujar Gilang kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, rencana tersebut juga berkaitan dengan adanya sumber gas baru dari Blok Andaman di Aceh serta pengembangan kawasan ekonomi Dumai-Sei Mangkei (Dusem).

Secara teknis, kapasitas penyaluran gas masih dapat ditingkatkan melalui sejumlah rekayasa. Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas kompresor maupun kapasitas pipa.

Namun, Pertagas masih menunggu kepastian mengenai perkembangan jumlah industri dan kebutuhan gas di KEK Sei Mangkei.

Hal itu diperlukan untuk menghitung aspek keekonomian investasi sekaligus menentukan langkah teknis yang diperlukan dalam peningkatan kapasitas penyaluran.

Salurkan 170 MMSCFD Gas

Saat ini, Pertagas menyalurkan rata-rata sekitar 170 juta standar kaki kubik gas per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk wilayah Sumatera Utara.

Dari jumlah tersebut, sekitar 105 MMSCFD atau 61 persen disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PLN Belawan.

“Secara rata-rata tahunan, kita mengalirkan gas sebesar 170 MMSCFD setiap hari. Proporsionalnya adalah mayoritas untuk PLN Belawan,” kata Gilang.

Selain untuk pembangkit listrik, gas Pertagas juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan pupuk.

Gilang menjelaskan, pasokan gas tersebut berasal dari proses regasifikasi LNG. LNG dari sumber internasional dikirim ke Lhokseumawe untuk kemudian disimpan di fasilitas penyimpanan sebelum diregasifikasi dan dialirkan melalui jaringan pipa Pertagas.

KEK Sei Mangkei Terus Dikembangkan

Gilang memperkirakan KEK Sei Mangkei masih akan terus berkembang seiring masuknya industri-industri baru.

Menurut dia, kawasan tersebut berpeluang menjadi lokasi ekspansi bagi perusahaan yang membutuhkan kawasan industri, terutama ketika lahan untuk pengembangan industri di Medan semakin terbatas.

KEK Sei Mangkei ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan diresmikan pada 27 Januari 2015.

Kawasan tersebut memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik.

Dengan luas sekitar 2.002,7 hektare, KEK Sei Mangkei diarahkan menjadi pusat pengembangan industri hilir kelapa sawit dan karet.

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus mencatat, hingga Maret 2026 realisasi investasi kumulatif di KEK Sei Mangkei mencapai Rp31,8 triliun dan menciptakan 14.689 lapangan kerja.

Sementara itu, kawasan tersebut diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp129 triliun dan menyerap 83.304 tenaga kerja pada 2031.

Sumber : CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama