Pertamina Siapkan Infrastruktur untuk Dukung Penerapan BBM E20

PT Pertamina (Persero) mulai mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran bioetanol hingga E20.

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mulai mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran bioetanol hingga E20.

Persiapan tersebut mencakup fasilitas terminal BBM hingga sarana di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).


Senior Vice President Business Development PT Pertamina, Ary Kurniawan, mengatakan Pertamina saat ini telah memiliki fasilitas untuk menyalurkan bioetanol melalui produk Pertamax Green 95 (PG95) di Jakarta dan Surabaya.


Menurut Ary, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu bagian penting agar penerapan E20 dapat berjalan secara menyeluruh.


Pertamina mulai mempersiapkan sejumlah terminal agar mampu menerima produk bioetanol. Namun, apabila penerapan E20 diperluas ke seluruh wilayah Jawa dan Bali hingga secara nasional, diperlukan penyesuaian terhadap sejumlah fasilitas.


“Untuk terminal-terminalnya ini sudah disiapkan untuk nanti bisa menerima E20. Memang butuh waktu 1-2 tahun untuk proses penyiapannya,” kata Ary dalam diskusi di EBTKE ConEx 2026, Kamis (3/9/2026).


SPBU Jadi Tantangan


Selain terminal BBM, Pertamina juga harus mempersiapkan infrastruktur di SPBU.


Penyesuaian diperlukan pada sejumlah fasilitas, mulai dari tangki penyimpanan, sarana penyaluran, hingga dispenser yang digunakan untuk melayani konsumen.


Ary mengatakan dukungan pemerintah, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU dibutuhkan untuk mempersiapkan fasilitas tersebut.


Menurut dia, bioetanol memiliki karakteristik berbeda dibandingkan BBM konvensional. Salah satunya, bioetanol bersifat lebih higroskopis sehingga lebih mudah menyerap air.


Karakteristik tersebut membuat penyimpanan dan penyaluran bioetanol membutuhkan penanganan khusus agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.


Petugas SPBU Perlu Dilatih


Pertamina juga akan memberikan pelatihan kepada petugas yang menangani produk berbasis bioetanol.


Pelatihan tidak hanya ditujukan kepada petugas SPBU, tetapi juga mencakup pekerja di terminal Pertamina dan kapal yang mengangkut produk tersebut.


Langkah tersebut diperlukan agar seluruh rantai distribusi, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengangkutan hingga penyaluran kepada konsumen, memiliki standar penanganan yang sama.


Pertamina menilai pembangunan ekosistem E20 tidak cukup hanya dengan menyiapkan produk dan infrastrukturnya. Seluruh rantai pasok perlu dipersiapkan secara terintegrasi untuk menjaga kualitas dan keamanan bahan bakar.


Dengan persiapan tersebut, Pertamina secara bertahap membangun kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari pengembangan biofuel dan upaya memperkuat ketahanan energi nasional.


Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama