Target Badminton Malaysia di Asian Games 2026, Rexy Mainaky Bidik Perak dan Perunggu

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Direktur Pelatih Ganda Nasional Malaysia, Rexy Mainaky, memasang target realistis untuk tim bulu tangkis Negeri Jiran pada Asian Games 2026.

Rexy tidak secara langsung membidik medali emas. Ia berharap Malaysia mampu membawa pulang setidaknya satu medali perak dan satu perunggu dari cabang olahraga bulu tangkis.

“Kami juga harus realistis. Kami belum kehilangan motivasi, kami menargetkan satu perunggu dan satu perak,” kata Rexy, dikutip dari Stadium Astro.

Rexy berharap pasangan ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang tengah berada dalam performa terbaik, mampu memberikan hasil maksimal.

Selain itu, Malaysia juga mengandalkan pengalaman pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026.

Rexy sebenarnya optimistis para pemain Malaysia mampu meraih hasil lebih baik. Namun, ia tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada para atlet.

Malaysia sendiri masih memburu medali emas bulu tangkis Asian Games yang terakhir kali diraih melalui pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong pada Asian Games 2006.

“Minggu ini dan waktu di sana akan menentukan bagaimana kita menjaga pikiran dan fokus mereka sehingga mereka dapat memberikan penampilan terbaik mereka nanti,” ujar Rexy.

Berbeda dengan sang pelatih, pasangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin justru lebih percaya diri memasang target tinggi pada Asian Games 2026.

Pasangan yang juga dikenal dengan julukan Fei-Din itu ingin mengakhiri perjuangan mereka dengan berdiri di podium tertinggi.

“Situasi kami baik setelah kembali dari China Masters. Setiap atlet pasti akan memberikan yang terbaik,” kata Fei-Din.

Mereka menilai medali emas menjadi target yang layak diperjuangkan dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Secara keseluruhan, kontingen Malaysia menargetkan enam medali emas pada Asian Games 2026. Target tersebut sama dengan capaian mereka pada Asian Games sebelumnya di Hangzhou.

Sumber : CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama