![]() |
| Pembahasan dilakukan dalam rapat di Aula Kantor Bupati Barito Selatan selama dua hari, yakni Senin (26/10/2026) dan Selasa (27/10/2026). |
SUARAMILENIAL.ID, BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, membahas rencana penggunaan dana bantuan Presiden Republik Indonesia sebesar Rp15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap masyarakat.
Pembahasan dilakukan dalam rapat di Aula Kantor Bupati Barito Selatan selama dua hari, yakni Senin (26/10/2026) dan Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Rapat pada Senin dipimpin Asisten II Setda Barsel Yoga P. Utomo dan dihadiri Wakil Bupati Barsel Khristianto Yudha, Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel Ita Minarni, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Barsel.
Sementara itu, rapat lanjutan pada Selasa dipimpin Asisten III Setda Barsel Eko Hermansyah dan diikuti sejumlah kepala OPD serta camat se-Barito Selatan.
Dalam rapat tersebut, masing-masing OPD memaparkan rencana penggunaan anggaran sesuai kebutuhan dan bidang penanganan karhutla. Pembahasan dilakukan untuk memastikan pemanfaatan dana bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sekda Barsel Ita Minarni mengingatkan OPD yang mendapat alokasi anggaran agar mengelola dana tersebut secara hati-hati dan bertanggung jawab. Penggunaan anggaran, kata dia, harus mengikuti petunjuk serta peruntukan yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Ia menegaskan, dana bantuan tersebut harus dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus mengatasi dampak yang dirasakan masyarakat.
Sejumlah kebutuhan yang dibahas meliputi penyediaan sarana dan prasarana penanganan karhutla, insentif bagi petugas, kebutuhan makan dan minum petugas di lapangan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran.
Penggunaan anggaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan dan ketentuan teknis yang berlaku.
Melalui pembahasan lintas OPD ini, Pemkab Barsel berupaya memastikan dana bantuan Rp15 miliar dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla dan meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan serta kehidupan masyarakat.
Koordinasi antarinstansi juga menjadi perhatian agar setiap program yang dibiayai melalui anggaran tersebut berjalan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Barito Selatan.
