Rifqinizamy Karsayuda Sebut Rp 180 Miliar Dikucurkan untuk Penanganan Karhutla Kalsel

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, dana tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. 

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah pusat mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 180 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kabupaten dan kota untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


Bantuan tersebut dikucurkan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.


Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, dana tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. 


Namun, menurut dia, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan dukungan anggaran pemerintah.


“Penyelesaian bencana ini tentu bukan sekadar membutuhkan dana semata. Ia juga butuh gotong royong kita semua, pemerintah dan segenap masyarakat. Tanpa gotong royong, mustahil kita bisa menanganinya,” kata Rifqinizamy.


Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran, terutama dengan tidak melakukan pembakaran di tengah kondisi rawan karhutla. 


Selain pencegahan, penegakan hukum terhadap pelanggaran juga dinilai perlu dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.


Rifqinizamy turut mengimbau Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin serta para bupati dan wali kota agar mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani karhutla. 


Ia berharap dana bantuan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan penanganan bencana.


Menurut dia, penggunaan anggaran harus disertai langkah penanganan yang terencana agar upaya pemerintah dapat berjalan efektif. 


Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat pencegahan serta penanggulangan kebakaran.


Di samping ikhtiar melalui kebijakan dan tindakan nyata, Rifqinizamy mengajak masyarakat untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT agar musibah karhutla di Kalimantan Selatan segera berakhir.


“Terus berikhtiar gasan Banua tercinta,” ujarnya.


Editor : Muhammad Robby 

Lebih baru Lebih lama