Page Nav

SHOW

Post Meta

SHOW

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

PLN-picsay

Ribuan Wisatawan Kunjungi Riam Bajandik, Wisata Alam di Kaki Pegunungan Meratus

Wisata alam Riam Bajandik. Foto-dok/SUARAMILENIAL

SUARAMILENIAL.ID, BARABAI - Libur panjang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijrah benar-benar dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Selatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang terdekat. 

 

Salah satunya dengan cara mengunjungi tempat wisata alam Riam Bajandik di Desa Waki, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Tempat wisata Riam Bajandik sendiri berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Benawa, tepatnya di kaki Pegunungan Meratus. 

 

Adapun jaraknya sekitar 174 kilometer dari Banjarmasin atau 9 kilometer dari Barabai (Ibu Kota Hulu Sungai Tengah).

 

Akses menuju tempat wisata Riam Bajandik dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Para wisatawan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang.

 

Di sana para wisatawan sudah bisa menikmati keindahan dan jernihnya Daerah Aliran Sungai Kali Benawa. 

 

Misalnya saja seperti berenang, bermain air, hingga sekadar berswafoto. 

 

Selain keindahan alamnya, para wisatawan juga bisa menikmati fasilitas lain seperti gazebo.

 

Namun, para wisatawan harus rela merogoh kocek pribadi sebesar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per buah. 

 

Ets, tak cukup sampai di situ. Para wisatawan yang lapar juga bisa menikmati kuliner yang telah disediakan. 

 

Ketua Pengelola Wisata Riam Bajandik, Wahyudin mengatakan tingkat kunjungan wisatawan pada libur lebaran tahun ini meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Bahkan pihaknya mampu menjual 1.000 tiket dalam tiga hari terakhir. 


“Antusias pengunjung sangat luar biasa,” ucap Wahyudin, Sabtu (13/4) kemarin.


Sekadar diketahui, Riam Bajandik sempat rusak akibat banjir bandang pada Januari 2021 lalu.


Namun Badan Usaha Milik Desa setempat terus berjuang memperbaiki kembali hingga seperti sekarang.


Reporter: Tim Redaksi

Editor     : Muhammad Robby 

banner-halaman
BANNER-WEB-picsay