DPRD Kalsel Dorong Kenaikan Upah Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi Banua

 


SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) di tahun 2025 terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, triwulan I ekonomi Banua tumbuh 4,81 persen (yoy), lalu naik jadi 5,39 persen di triwulan II. Sektor pertambangan, industri pengolahan, hingga perdagangan jadi penopang utama laju ini.

Dengan capaian itu, Komisi IV DPRD Kalsel menilai saatnya ada kebijakan pengupahan buruh yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, bersama Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, menerima audiensi dari KSBSI dan KSPSI di Gedung B DPRD Kalsel, Kamis (11/9).

“Melihat tren pertumbuhan ekonomi Kalsel yang terus naik, kami perkirakan tahun depan bisa di kisaran 5–5,5 persen,” ujar Gusti Iskandar.

Menurutnya, angka tersebut bisa dijadikan formula realistis untuk kenaikan upah: mampu mendorong kesejahteraan pekerja tanpa bikin dunia usaha terbebani. Ia memastikan hasil pertemuan ini tak hanya berhenti di provinsi, tapi juga bakal disampaikan ke pemerintah pusat.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak. “Kami ingin aspirasi ini benar-benar diperjuangkan, bukan cuma berhenti di meja rapat. Tujuannya jelas: kebijakan upah yang adil dan seimbang bagi pekerja dan pengusaha,” ucapnya.

Kepala Disnakertrans Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti, yang ikut hadir, bilang pihaknya tetap berpedoman pada regulasi pusat. “Melihat tren ekonomi, rasanya sulit kalau nggak ada kenaikan. Tapi karena ada reshuffle kabinet, kemungkinan aturan resmi baru keluar di akhir tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC KSPSI, Sumarlan, mengapresiasi keterbukaan DPRD menerima aspirasi buruh. Ia berharap aturan baru nanti bisa benar-benar berpihak pada pekerja. “Keadilan upah harus sesuai dengan pertumbuhan ekonomi riil dan inflasi daerah. Buruh juga harus bisa rasakan langsung manfaat dari pertumbuhan ini,” tegasnya.

Dengan dialog terbuka antara legislatif, pemerintah, dan serikat pekerja, harapannya kebijakan upah di Kalsel ke depan bisa jadi lebih adil, seimbang, dan pastinya bikin kesejahteraan buruh naik seiring majunya ekonomi Banua.(*)

Lebih baru Lebih lama