![]() |
| Foto-Dok/Republik.co.id |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani di Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Kebijakan ini diumumkan langsung saat Presiden meninjau jembatan bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Ahad (7/12).
Menurut Prabowo, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masuk kategori force majeur, sehingga petani tidak perlu dibebani kewajiban mengembalikan pinjaman di tengah kondisi sulit.
“Utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, ya kita hapus,” tegas Presiden.
“Petani tidak usah khawatir. Ini bukan kelalaian, ini keadaan terpaksa.”
Percepatan Pemulihan Terus Digeber
Presiden menyampaikan bahwa pemerintah melakukan percepatan pemulihan di area terdampak banjir dan longsor, termasuk pembangunan jembatan bailey yang menjadi akses vital penghubung Bireuen dan Takengon. Jembatan sementara dengan bentang 30 meter itu ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Di lokasi, Prabowo juga menerima laporan mengenai kerusakan sejumlah bendungan serta lahan pertanian warga yang terendam banjir. Pemerintah berkomitmen melakukan rehabilitasi menyeluruh demi menjaga ketahanan pangan.
“Sawah yang rusak akan kita bantu perbaiki, itu prioritas kami. Sambil menunggu produksi pulih, pasokan pangan akan dikirim dari daerah lain karena cadangan masih cukup,” ujarnya.
Akses Logistik Jadi Fokus Utama
Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung operasional alat berat seperti ekskavator dan loader yang bekerja non-stop memperkuat pondasi jembatan. Jembatan Teupin Mane menjadi salah satu dari empat akses utama yang perlu segera dipulihkan menuju kawasan Bener Meriah dan Takengon.
“Mereka kerja terus. Diharapkan satu minggu sudah bisa dibuka, lalu dari sini kita bisa lanjut ke tiga jembatan lain,” tutur Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan akses logistik dan mobilitas warga kembali normal secepat mungkin.
Sumber : Republika.co.id
