![]() |
| Foto-Dok/Republika.Co.Id |
SUARAMILENIAL.ID, WASHINGTON — Pasukan Amerika Serikat (AS) dengan dukungan militer Inggris menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia di wilayah Atlantik Utara. Kapal tersebut diketahui telah dikenai sanksi internasional karena diduga terlibat dalam penyelundupan kargo untuk perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.
Berdasarkan data pelayaran internasional, kapal tanker yang disita sebelumnya bernama Bella 1. Namun, kapal itu kemudian berganti nama menjadi Marinera dan beroperasi dengan bendera Rusia.
Seorang pejabat AS mengungkapkan pada Rabu (7/1/2026) bahwa Marinera telah masuk dalam daftar sanksi sejak 2024. Upaya penyitaan sebenarnya sempat dilakukan oleh Penjaga Pantai AS pada Desember 2025, ketika kapal tersebut melintas di kawasan Karibia dalam perjalanan menuju Venezuela. Namun, Marinera berhasil lolos dan melanjutkan pelayaran menyeberangi Samudra Atlantik.
Situs pelacakan maritim pada Rabu menunjukkan posisi Marinera berada di antara Skotlandia dan Islandia, bergerak ke arah utara. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh pejabat AS yang menyatakan kapal berada di perairan Atlantik Utara.
Dalam operasi tersebut, pesawat militer AS terpantau terbang di atas Marinera. Sehari sebelumnya, Selasa (6/1/2026), pesawat pengintai Angkatan Udara Inggris juga terlihat melakukan pemantauan di wilayah yang sama, berdasarkan data pelacakan penerbangan.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengonfirmasi bahwa militer Inggris memberikan dukungan penuh dalam operasi penyitaan kapal tersebut.
“Hari ini Angkatan Bersenjata Inggris menunjukkan keterampilan dan profesionalisme dalam mendukung keberhasilan pencegatan AS terhadap kapal Bella 1 saat dalam perjalanan ke Rusia,” ujar Healey dalam pernyataan resminya, seperti dilaporkan BBC.
Healey menegaskan bahwa penyitaan Marinera merupakan bagian dari upaya global untuk menindak pelanggaran sanksi internasional. Ia menyebut kapal tersebut sebagai bagian dari jaringan penghindaran sanksi yang melibatkan Rusia dan Iran.
“Kapal ini, dengan rekam jejak yang kelam, menjadi bagian dari poros Rusia–Iran dalam penghindaran sanksi yang memicu terorisme, konflik, dan penderitaan, dari Timur Tengah hingga Ukraina,” katanya.
Lebih lanjut, Healey menyatakan Inggris akan terus meningkatkan pengawasan terhadap armada bayangan demi menjaga keamanan nasional, stabilitas ekonomi, dan ketertiban global.
Penyitaan kapal Marinera terjadi hanya beberapa hari setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Langkah tersebut menuai kecaman dari komunitas internasional karena dinilai mengabaikan prinsip-prinsip hukum
Sumber : Republika.co.id
