Bulog Kalsel Optimistis Serap Gabah dan Beras Sesuai Target pada 2026

Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan menargetkan penyerapan gabah dan beras dari petani pada 2026 mencapai 22.532 ton setara beras. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan menargetkan penyerapan gabah dan beras dari petani pada 2026 mencapai 22.532 ton setara beras. 


Target tersebut terdiri atas serapan gabah sebesar 10.221 ton dan beras sebanyak 17.340 ton.


Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Selatan Muh Akbar Said menyatakan, target tersebut optimistis dapat dicapai melalui persiapan matang dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.


“Target ini kami optimistis capai dengan perencanaan yang matang serta kerja sama lintas sektor,” ujar Akbar di Banjarmasin, Minggu (25/1/2026).


Meski demikian, Akbar mengakui terdapat sejumlah tantangan, terutama dampak banjir di beberapa wilayah sentra produksi pertanian pada awal 2026 yang berpotensi mengganggu masa tanam dan panen. 


Kendati begitu, Bulog tetap memproyeksikan panen raya akan berlangsung pada Maret hingga April 2026.


“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Korem 101/Antasari, serta Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan terkait persiapan pengadaan gabah dan beras. 


Dari hasil koordinasi tersebut, panen raya diperkirakan terjadi pada Maret–April 2026,” katanya.


Akbar juga mengimbau petani dan masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat pembelian gabah di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. 


Bulog, bersama tim dari TNI dan Dinas Pertanian serta Ketahanan Pangan, akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyerapan.


“Langkah ini untuk memastikan tidak ada gabah petani yang dijual di bawah harga pokok penjualan sebesar Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya.


Pada 2025, Bulog Kalimantan Selatan mencatat kinerja penyerapan gabah dan beras mencapai 17.538 ton atau 109,14 persen dari target yang ditetapkan kantor pusat sebesar 16.069 ton. 



Serapan tersebut berasal dari sejumlah daerah sentra produksi pertanian, antara lain wilayah Banua Enam, Kabupaten Tanah Laut, Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Bumbu.


Akbar menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi Bulog dengan pemerintah daerah, TNI, kepolisian, serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).


“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak sehingga penyerapan gabah dan beras di Kalimantan Selatan pada 2025 dapat tercapai sesuai target,” katanya.


Ia menambahkan, gabah yang diserap Bulog pada 2025 merupakan gabah kering panen yang dibeli sesuai ketentuan pemerintah dengan harga Rp 6.500 per kilogram dan dibayarkan langsung kepada petani saat penimbangan.


Editor : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama