Kartoyo Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa Taniran Kubah Lewat Sosialisasi Perda

 

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, S.M., terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda). 

SUARAMILENIAL.ID, HULU SUNGAI SELATAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, S.M., terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda). Kali ini, ia melaksanakan Sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran Perda dalam mendorong pemberdayaan desa, khususnya pengembangan potensi ekonomi lokal yang dimiliki masyarakat.

Kartoyo menilai Desa Taniran Kubah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama di sektor usaha pembibitan tanaman yang selama ini telah menjadi sumber penghidupan utama warga.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi Perda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nomor 4 Tahun 2016. Di Desa Taniran Kubah ini, masyarakatnya banyak bergerak di bidang pembibitan tanaman, bahkan pemasarannya sudah sampai ke luar Kalimantan Selatan. Perda ini akan kita aplikasikan sebagai pembekal bagi kelompok tani, sekaligus untuk menentukan kegiatan yang layak mendapat dukungan pembiayaan,” ujar Kartoyo.

Ia menegaskan, DPRD Provinsi Kalsel berkomitmen untuk mendukung penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan. Jika pada tahun anggaran berjalan belum tersedia dukungan pendanaan, pihaknya akan mengupayakan penganggaran pada tahun berikutnya.

“Apabila tahun ini belum ada dananya, insyaallah akan kita siapkan pada tahun 2027,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Taniran Kubah, Supiani, mengungkapkan bahwa kondisi desa saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia menjelaskan, wilayah Taniran Kubah dahulu kerap terdampak banjir sehingga masyarakat kesulitan bertani.

“Dulu di sini sering banjir, kada bisa bahuma. Sekarang sudah lebih dari lima tahun kondisi membaik, sehingga masyarakat beralih profesi menjadi penjual bibit tanaman. Alhamdulillah, ini sangat membantu perekonomian warga,” tuturnya.

Meski banjir sesekali masih terjadi, Supiani menyebut aktivitas pembibitan tanaman tetap berjalan dengan baik. Jenis bibit yang dikembangkan masyarakat antara lain cabai, terong, tomat, semangka, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Bahkan, pemasaran bibit dari Desa Taniran Kubah telah menjangkau Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, dengan jumlah produksi mencapai sekitar 100 ribu bibit per tahun.

Kegiatan sosialisasi Perda ini diharapkan dapat semakin memperkuat pemahaman masyarakat desa dalam mengelola potensi lokal, sekaligus menjadi landasan kebijakan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa ke depan.

Lebih baru Lebih lama