Desy Oktavia Sari Ajak BPBD dan PUPR Cari Solusi Banjir di Hulu Sungai Selatan

 

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (17/1/2026).

SUARAMILENIAL.ID, HULU SUNGAI SELATAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (17/1/2026). Dua desa yang menjadi fokus kunjungan, yakni Desa Balimau dan Desa Karang Bulan, hingga kini masih dilanda banjir berkepanjangan yang mengganggu aktivitas warga.

Di beberapa titik, banjir dirasakan masyarakat selama kurang lebih 20 hari tanpa surut, sementara di lokasi lainnya genangan air bahkan bertahan hingga enam bulan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada akses jalan desa yang menjadi licin akibat lumut, serta memunculkan aroma tak sedap dari air tergenang yang minim aliran dan bercampur lumpur serta material organik membusuk.

Desy turun langsung meninjau permukiman warga dan akses jalan yang terendam. Ia menegaskan kehadirannya di lapangan merupakan bagian dari komitmen untuk menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh.

“Saya datang langsung ke masyarakat untuk bersilaturahmi, melihat kondisi di lapangan, dan menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujar Desy di sela kunjungan.

Dalam kegiatan reses tersebut, Desy turut mengajak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial dan memerlukan keterlibatan lintas instansi agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif.

Warga menyampaikan sejumlah harapan, di antaranya bantuan peninggian rumah dan tempat ibadah yang kerap terendam banjir. Selama ini, upaya tersebut dilakukan secara swadaya menggunakan dana pribadi. Namun keterbatasan ekonomi membuat masyarakat tak lagi mampu melanjutkannya.

Selain itu, warga juga meminta pengerukan sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak mudah meluap ke permukiman. Tak hanya persoalan teknis, masyarakat turut menyoroti perlunya penegakan regulasi terhadap perusahaan yang diduga membuang air tanpa pengelolaan yang memadai. Warga menilai aktivitas tersebut membuat kebun perusahaan tetap kering, sementara rumah dan sawah warga justru terendam.

Sebagai informasi, kegiatan reses Desy Oktavia Sari berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 14 hingga 21 Januari 2026, dengan total 16 titik kunjungan di berbagai wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Desy menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta pembahasan kebijakan di tingkat provinsi.

Lebih baru Lebih lama