SUARAMILENIAL.ID, TAPIN– Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Desy Oktavia Sari, terus mendorong penguatan nilai-nilai budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Budaya Banua dan Kearifan Lokal yang digelar di Desa Serawi dan Rangda Malingkung, Jumat (9/1/2025).
Di tengah sejumlah wilayah di Kalsel yang masih terdampak banjir, Desy menilai pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial justru semakin relevan. Menurutnya, kearifan lokal Banua sarat dengan nilai kepedulian, kebersamaan, dan empati yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi sulit.
Tak hanya menyoroti aspek kebudayaan, politisi perempuan ini juga memanfaatkan momentum sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa dalam situasi darurat, seperti bencana banjir, perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra.
“Hari ini saya kembali menyosialisasikan budaya Banua dan kearifan lokal, serta perlindungan perempuan dan anak. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami pentingnya melestarikan dan mengembangkan budaya Banjar di tempat kita ini,” ujar Desy di hadapan warga.
Desy menambahkan, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi pondasi kuat dalam membentuk karakter masyarakat yang saling menjaga dan menguatkan satu sama lain. Namun demikian, ia menekankan bahwa aspek kemanusiaan, terutama perlindungan terhadap kelompok rentan, harus menjadi perhatian bersama, terlebih saat terjadi bencana.
Terkait isu perlindungan perempuan dan anak, Desy mengajak masyarakat untuk lebih peka serta berani bersuara. Ia berharap tidak ada lagi rasa takut atau sungkan untuk melaporkan tindakan kekerasan maupun pelecehan, baik dalam kondisi normal maupun di tengah situasi darurat.
“Agar masyarakat lebih terbuka dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk melaporkan apabila melihat adanya kekerasan atau pelecehan. Kami ingin masyarakat tidak lagi merasa sungkan untuk bertindak demi keamanan bersama,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen DPRD Kalsel untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui pendekatan budaya, kepedulian sosial, serta penguatan perlindungan warga, DPRD Kalsel berupaya memastikan pembangunan daerah tetap berjalan seiring dengan upaya penanganan berbagai persoalan, termasuk dampak bencana banjir.
