Kursi Pelatih Chelsea Selalu Panas: Lima Nama, Lima Tahun, Tanpa Ampun

Foto-Dok/CNN Indonesia

 SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Melatih Chelsea bukan sekadar soal taktik dan trofi. Di Stamford Bridge, satu musim buruk saja bisa jadi tiket keluar. Dalam lima tahun terakhir, lima pelatih berbeda sudah merasakan panasnya kursi manajer The Blues.

Jika ditarik mundur ke Januari 2021, Chelsea menunjuk Thomas Tuchel untuk menggantikan Frank Lampard. Keputusan itu sempat terlihat sangat tepat. Tuchel datang dengan sistem tiga bek khasnya dan langsung mengubah wajah Chelsea.

Hasilnya instan. Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/2021, lalu menambah Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub di tahun yang sama. Namun, di London Barat, prestasi besar ternyata bukan jaminan umur panjang. Tuchel dipecat pada awal musim 2022/2023, hanya sekitar satu setengah musim sejak kedatangannya.

Setelah Tuchel, Chelsea seperti kehilangan arah. Graham Potter datang dengan label proyek jangka panjang, tetapi hasil di lapangan jauh dari harapan. Frank Lampard sempat kembali sebagai pelatih interim, disusul Mauricio Pochettino yang diharapkan membawa stabilitas.

Faktanya, tak satu pun dari ketiganya mampu mengembalikan Chelsea ke jalur juara. Bahkan Bruno Saltor sempat duduk di kursi pelatih—meski hanya untuk satu pertandingan. Pergantian cepat ini mempertegas satu hal: Chelsea tak pernah benar-benar sabar.

Musim 2024/2025 menjadi awal era baru dengan datangnya Enzo Maresca. Namanya mungkin belum setenar pelatih top Eropa, tetapi rekam jejaknya cukup menjanjikan. Mantan asisten Pep Guardiola itu sukses membawa Leicester City promosi ke Premier League sebelum dipercaya menangani Chelsea.

Di musim perdananya, Maresca langsung memberi bukti. Chelsea menjuarai UEFA Conference League, lalu menutup musim dengan trofi FIFA Club World Cup—edisi pertama dengan format 32 tim. Prestasi yang secara logika seharusnya jadi fondasi jangka panjang.

Namun realita di Chelsea berbeda. Memasuki paruh awal musim berikutnya, performa The Blues menurun. Chelsea tertahan di posisi kelima klasemen dan tertinggal 15 poin dari Arsenal. Tekanan pun datang dari segala arah.

Akhirnya, awal 2026 jadi penutup kisah Maresca di Stamford Bridge. Meski membawa dua trofi bergengsi, ia tetap harus angkat kaki.

Lima pelatih dalam lima tahun. Di Chelsea, satu pesan selalu jelas: hasil harus instan, dan kesabaran bukan budaya.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama