Bahlil Buka Opsi Impor Etanol dari AS, Bensin Bakal Dicampur Biofuel

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Pemerintah mulai tancap gas mendorong energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka peluang impor etanol, termasuk dari Amerika Serikat, untuk dicampurkan ke bahan bakar bensin.

Langkah ini jadi bagian dari strategi transisi energi sekaligus membuka pasar usaha baru di dalam negeri.

“Kita akan campur bensin dengan etanol, sifatnya mandatory. Tujuannya menciptakan peluang usaha baru di Indonesia,” ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Impor Hanya Opsi Sementara

Meski membuka keran impor, Bahlil menegaskan langkah tersebut bukan solusi permanen. Impor hanya dilakukan jika produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Menurutnya, pemerintah tetap memprioritaskan penguatan industri bioetanol lokal. Artinya, impor dan peningkatan produksi domestik akan berjalan paralel.

“Selama produksi kita belum cukup, impor boleh saja. Tapi begitu kebutuhan dalam negeri terpenuhi, tentu kita utamakan produksi sendiri,” jelasnya, dikutip dari Antara.

Menuju Bensin Campur Bioetanol

Program pencampuran ini akan dilakukan bertahap. Pemerintah sudah menyiapkan roadmap:

E5 pada 2028 (5% etanol)

E10 pada 2030

Bertahap menuju E20

Implementasi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan produksi, distribusi, dan infrastruktur pendukung.

Kebijakan ini dinilai bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.

Kerja Sama Dagang Energi

Selain produksi dalam negeri, pemerintah juga membuka kerja sama perdagangan lewat skema timbal balik di sektor energi dan sumber daya mineral. Tujuannya agar pasokan tetap aman selama masa transisi energi.

Bahlil menyebut kebijakan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kerja sama saling menguntungkan.

“Harus win-win. Tidak boleh hanya satu pihak yang untung,” tegasnya.

Energi Bersih Jadi Fokus

Langkah ini menunjukkan pemerintah makin serius mendorong bahan bakar ramah lingkungan. Campuran etanol dinilai bisa menekan emisi sekaligus menciptakan ekosistem industri baru, dari pertanian bahan baku hingga pengolahan bioenergi.

Jika produksi lokal mampu digenjot, Indonesia berpeluang tak hanya mandiri energi, tapi juga menjadi pemain penting bioetanol di kawasan.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama