Diduga Faktor Asmara, Mahasiswa Bacok Rekan Kampus di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

Insiden kekerasan terjadi di lingkungan kampus **Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Seorang mahasiswa berinisial RM (21) diduga melakukan penganiayaan terhadap rekan sekampusnya, Faradila (23), pada Kamis (26/2) pagi.

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Insiden kekerasan terjadi di lingkungan kampus **Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Seorang mahasiswa berinisial RM (21) diduga melakukan penganiayaan terhadap rekan sekampusnya, Faradila (23), pada Kamis (26/2) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di gedung Fakultas Syariah dan Hukum saat korban tengah menunggu jadwal seminar proposal sekitar pukul 08.30 WIB.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.

Pelaku dan korban saling kenal

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan bahwa pelaku dan korban memang saling mengenal.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga sudah merencanakan aksinya dengan membawa senjata tajam sebelum menghampiri korban.

“Telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka di lingkungan kampus,” ujar Pandra dalam keterangannya.

Diduga karena persoalan asmara

Polisi menduga motif kejadian dipicu persoalan pribadi. Pelaku disebut ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan korban, namun tidak mendapat respons yang diharapkan.

“Motifnya diduga faktor asmara. Pelaku menginginkan hubungan yang lebih dekat, sedangkan korban tidak menghendaki,” jelasnya.

Pelaku ditahan, terancam 12 tahun penjara

Saat ini, pelaku telah diamankan dan ditahan di Polsek Binawidya untuk proses hukum lebih lanjut.

Ia dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 469 tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kondisi korban membaik

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan berangsur membaik. Meski begitu, dokter berencana merujuknya ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap untuk penanganan lanjutan.

Pihak kampus dan kepolisian mengimbau mahasiswa tetap menjaga keamanan serta menyelesaikan persoalan pribadi secara bijak tanpa kekerasan.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Sumber : Tempo

Lebih baru Lebih lama