
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID. JAKARTA — Harga kebutuhan dapur makin “pedas” jelang Ramadan. Bukan cuma rasa cabai, tapi juga harganya. Sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang terpantau melonjak tajam karena pasokan di pasar induk anjlok hingga 50 persen.
Data ini disampaikan staf usaha Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta, Wahyu Ibrahim. Ia menyebut cuaca ekstrem di daerah sentra produksi bikin proses panen terganggu.
“Buruh petik kesulitan kerja karena hujan terus. Ditambah banyak lahan kena hama, jadi pasokan berkurang drastis,” kata Wahyu, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (20/2).
Akibatnya, suplai cabai yang masuk ke pasar induk susut lebih dari separuh. Kondisi ini otomatis mendorong harga meroket, bahkan di beberapa daerah sudah tembus Rp100 ribu per kilogram.
Cuaca Jadi Biang Kerok
Menurut Wahyu, harga baru bisa stabil kalau kondisi cuaca kembali normal. Sambil menunggu situasi membaik, pedagang disarankan mencari stok dari daerah alternatif seperti Sumatra atau Sulawesi.
Nggak cuma cabai, bawang putih juga diprediksi bakal ikut naik kalau distribusi masih tersendat.
Hal senada disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia menjelaskan stok panen sebenarnya ada, tapi distribusi terhambat hujan deras.
“Kendalanya lebih ke pengiriman. Hujan terus-terusan bikin distribusi nggak lancar,” ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Harga Terkini di Sejumlah Daerah
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional, mayoritas harga cabai dan bawang masih di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), terutama di wilayah Indonesia Timur.
Cabai Merah Besar
Harga nasional: Rp43.337/kg
Tertinggi: Papua Selatan Rp86.667/kg
DKI Jakarta: Rp57.143/kg
Cabai Merah Keriting
Harga nasional: Rp47.019/kg
Tertinggi: Papua Selatan Rp91.667/kg
DKI Jakarta: Rp57.667/kg
Cabai Rawit Merah
Paling “pedas” kenaikannya.
Harga nasional: Rp76.198/kg (33% di atas HAP)
DKI Jakarta tembus Rp105.333/kg
Bawang Merah
Harga nasional: Rp42.445/kg
DKI Jakarta: Rp50.333/kg
Warga Diminta Bijak Belanja
Dengan Ramadan yang makin dekat, permintaan dipastikan naik. Kalau pasokan belum pulih, harga bisa bertahan tinggi lebih lama.
Masyarakat disarankan belanja secukupnya dan memanfaatkan alternatif bahan masakan supaya pengeluaran dapur tetap aman.
Kalau nggak, bukan cuma mata yang pedas karena cabai — dompet juga ikut perih.
Sumber : CNN Indonesia